Beranda Bito Sadei 17 KK Dikeluarkan Dari Penerima BLT DD

17 KK Dikeluarkan Dari Penerima BLT DD

151
Kades, bhabinkamtibmas dan perangkat rapat penerima BLT tahun 2021

LEBONG ATAS – Sedikitnya terdapat 17 Kepala Keluarga (KK) warga desa Tabeak Belau Kecamatan Lebong Atas tidak akan lagi menerima bantuan pemerintah pusat yakni, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari kuncuran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 ini. Dimana, mereka (warga,red) yang tidak lagi ditetapkan sebagai penerima BLT tersebut, 13 KK dianggap sudah mampu, 4 KK sudah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), dan 2 KK sudah meninggal dunia.

Kades Tabeak Belau Maulana menjelaskan bahwa 17 KK warga desanya yang sudah dikeluarkan dari daftar penerima BLT DD tersebut telah disepakati dalam musyawarah desa (musdes) dan disetujui oleh seluruh perangkat desa dan pendamping desa yang hadir dalam musyawarah penetapan penerima BLT DD tahun 2021.

“Sesuai hasil musdes penetapan penerima BLT yang sudah kita laksanakan tadi (kemarin,red) terdapat pengurangan 17 KK jumlah penerima ditahun 2021 ini. Mereka yang dikeluarkan dari daftar penerima karena di anggap sudah mampu, terdaftar sebagai penerima PKH, dan meninggal dunia,” kata Maulana.

Lanjutnya, adapun jumlah penerima BLT ditahun 2020 lalu sabanyak 48 KK, namun dengan adanya penggurangan 17 KK penerima. Sehingga jumlah yang masih tersisah sebanyak 31 KK yang memang merupakan warga kurang mampu dan berhak menerima bantuan pemerintah.

“Untuk 31 KK warga desa Tabeak Belau yang masih ditetapkan sebagai penerima BLT itu mayoritas warga yang sudah lanjut usia (lansia), dan bebarap janda, duda yang memang dianggap layak mendapatkan bantuan pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu sambbung Maulana, dirinya berharap bagi warga yang sudah dikeluarkan dari daftar penerima BLT untuk dapat memahami, Karena bantuan yang sudah menjadi program pemerintah pusat tersebut memang diberikan untuk membantu warga miskin yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Saya berharap, warga yang dikeluarkan dari daftar penerima bantuan untuk tidak berkecil hati, karena memang bantuan ini hanya untuk warga miskin. Jadi bagi yang sudah dikeluarkan harus merasa bangga, karena dianggap sudah mampu dan tidak memerlukan bantuan pemertintah,” demikian Maulana. (ae3)

//