Beranda Nasional 20 Warga Reaktif Covid-19 Tak Terima Jadup

20 Warga Reaktif Covid-19 Tak Terima Jadup

75
Satgas Covid-19 Lebong menggelar rapat koordinasi dan evaluasi posko penyekatan di perbatasan.

//Sopir Travel Swab Seminggu Sekali

LEBONG – Terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi posko penyekatan di perbatasan Lebong, terdapat 20 orang warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 namun tidak mendapatkan bantuan sosial jatah hidup (bansos jadup). Padahal, pemberian bansos jadup bagi warga reaktif yang menjalani isolasi mandiri (isoman) ini merupakan kebijakan Pemkab Lebong.
“Saya tidak mau lagi mendengar ada warga yang menjalani isoman namun tidak menerima jadup. Karena hal ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang melakukan isoman,” ujar Bupati, Kopli Ansori, yang juga sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Lebong ini kemarin.
Menurutnya, kondisi ini terjadi disebabkan kurangnya komunikasi lintas sektoral baik itu OPD teknis maupun posko Covid-19 yang ada di perbatasan. Karena itu, dirinya menginstruksikan agar bansos jadup bagi warga yang menjalani isoman ini wajib direalisasikan paling lambat hari ini.
“Kenapa kita memberikan bansos jadup, agar masyarakat benar-benar melaksanakan isoman dirumah dan tidak melakukan aktivitas diluar rumah yang berpotensi menyebaran corona kepada warga lain. Ini penting untuk menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.
Tidak hanya itu saja, dalam rapat ini juga dibahas mengenai permintaan sopir travel Lebong agar tidak dilakukan swab setiap akan masuk ke Lebong namun cukup hanya pada penumpang saja. Terkait hal ini, diputuskan jika sopir travel ini dilakukan swab antigen seminggu sekali saat akan masuk ke Lebong.
“Untuk sopir travel, swab dilakukan seminggu sekali kecuali jika ditemukan ada penumpang travel yang reaktif maka sopirnya harus di swab juga. Jika penumpangnya positif, maka sopir travel yang bersangkutan mesti melakukan isolasi mandiri,” terangnya.
Bupati juga sejauh ini pemberlakukan penyekatan di pintu masuk Lebong berjalan dengan efektif. Pasalnya, upaya ini mampu mendeteksi serta melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam Kabupaten Lebong.
“Dari beberapa hari pemberlakukan posko ini, ada sebanyak ratusan warga yang dinyatakan reaktif. Mayoritas warga dari luar Lebong, sedangkan masyarakat Lebong hanya berjumlah lebih kurang 20 orang yang terdeteksi melalui posko ini. Melihat angka ini, penyebaran Covid-19 di Lebong masih sangat rendah dan kita berharap masyarakat dapat terus mematuhi prokes Covid-19 seperti anjuran pemerintah,” singkatnya. (dap)