Beranda Tubei 2021, Pengurusan IUMK dan IMB Terbanyak

2021, Pengurusan IUMK dan IMB Terbanyak

242
Tampak salah satu pelaku usaha melakukan pengurusan perizinan di mall pelayanan publik DPMPTSP Lebong.

LEBONG – Dalam tempo kurang lebih dua bulan terhitung sejak Januari hingga Febuari 2021 ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebong, telah menerbitkan sebanyak 74 izin yang terbagi dari 7 jenis izin. Hal ini dibenarkan Kepala DPMPTSP Lebong, Bambang ASB, S.Sos, M.Si melalui Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Deden Kusdinar, ST didampingi Kasi Data dan Informasi (Datin) Evi Sulastri, SE saat ditemui Radar Lebong pada Selasa, (16/2).

Dikatakan Evi sampai hari ini (kemrin,red), sudah sebanyak 74 izin yang sudah diterbitkan, jumlah tersebut sesuai dengan permintaan yang telah diajukan oleh masing-masing para pemohon. Yang mana dari semua izin yang diterbitkan itu didominasi terbanyak Izin Usaha Menengah Kecil (IUMK) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Sesuai rekapan data saat ini baru 74 izin yang sudah kami terbitkan, jumlah itu sesuai dengan permohonan dari masing-masing pemohon terhitung Januari hingga Febuari 2021 ini, ” kata Evi Sulastri.

Lebih jauh Evi menuturkan, 74 izin yang sudah diterbitkan itu meliputi IUMK 26 izin, Non IUMK 13 izin, SIPD 2 izin, SIPB 1 izin, IPPT 5 izin, IMB 25 izin, dan izin Lingkungan 2 izin. Sementara untuk izin yang sudah dikeluarkan 2020 sebanyak 463 izin meliputi IUMK 301 izin, Non IUMK 34 izin, IMB 51 izin, Penelitian 52 izin, SIPP 3 izin, SIPB 11 izin, SIPD 11 izin.

“Sejauh ini kalau dilihat dari 74 izin yang sudah kita terbitkan didominasi paling banyak izin usaha menengah kecil, dan izin mendirikan bangunan, ” sampainya.

Dalam pengurusan izin sendiri lanjutnya, para pemohon yang ingin mengurus izin sudah tidak lagi mesti datang ke kantor DPMPTSP. Karena dalam proses kepengurusan perizinan bagi para pelaku usaha baik bagi perusahaan perseorangan maupun yang non perseorangan berbadan hukum, sekarang lebih dipermudah bisa langsung di akses secara online melalui jaringan internet dengan mendaftarkan izin usaha secara langsung melalui sistem jaringan Online Single Submission (OSS). Aplikasi yang telah di luncurkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tanpa harus mengantri lagi pada saat pengurusan perizinan usaha.

“Proses pengurusan izin melakui sistem jaringan Online Single Submission (OSS) dengan aplikasi ini, berdasarkan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2019 tentang pelayanan perzinan berusaha terintekrasi secara elektronik. Melalui aplikasi ini DPMPTSP telah membuka pelayanan perizinan sistem online melalui aplikasi online single summission, yang sudah berjalan sejak Juni 2018 silam, ” lanjutnya.

Aplikasi OSS kata Evi, merupakan aplikasi yang dapat memberikan kemudahan berinvestasi melalui penerapan sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. Aplikasi ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memudahkan bagi setiap pelaku usaha dalam pengurusan perizinan. Sejak diterapkannya aplikasi tersebut, peminat masyarakat lumayan cukup tinggi. Karena hampir seluruh perizinan sudah terdaftar pada aplikasi OSS, selain itu juga pengurusan perizinannya cukup mudah pelaku usaha tinggal mengakses lewat jaringan internet baik menggunakan smartphone, komputer, atau laptop dan lainnya.

“Pengurusan perizinan sistem online ini cukup mudah dan hanya mengikuti petunjuk di aplikasi langsung terkoneksi, sedangkan untuk datang ke DPMPTSP hanya cukup mengambil rekomendasi dari dinas teknis untuk izin. Untuk pengurusan perizinan yang tidak ada di aplikasi OSS pengurusan perizinan juga bisa menggunakan aplikasi mandiri yaitu aplikasi E-lebong, ” demikian Evi. (wlk)