Beranda Nasional 217 KM Jalan Kabupaten dan 30 Persen Jembatan, Rusak

217 KM Jalan Kabupaten dan 30 Persen Jembatan, Rusak

194

LEBONG – Dari sepanjang 489,73 Kilometer (Km) jalan milik Kabupaten Lebong, saat ini tercatat sepanjang 217 Km diantaranya dalam kondisi rusak berat dan dan hanya tercatat 92 kilometer saja jalan milik kabupaten Lebong yang saat ini dalam kondisi baik.
Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinata, SE, MM, melalui Plt. Kabid Bina Marga, Haris Santoso mengungkapkan tidak hanya 217 Km jalan milik Kabupaten yang saat ini dalam kondisi rusak berat, namun sepanjang 86 kilometer dalam kondisi rusak sedang dan 96 kilometer lainnya dalam kondisi rusak ringan.
“Kerusakan jalan terjadi pada jalan lingkungan, jalan desa serta jaringan jalan lainnya yang menjadi tanggung jawab kita (Pemkab Lebong, red),” katanya.
Tidak hanya jalan saja, lanjutnya, dari sebanyak 124 unit jembatan yang ada di Kabupaten Lebong diketahui 30 persen jembatan beton dalam Kabupaten Lebong serta setengah dari total jembatan gantung yang ada, dalam kondisi rusak. Disebutkannya, total jembatan beton mencapai sebanyak 72 unit dan 52 unit jembatan gantung.
“Jembatan beton yang mengalami kerusakan jumlahnya mencapai 30 persen dari jumlah tadi, kemudian jembatan gantung yang mengalami kerusakan hampir mencapai setengah dari jumlah tersebut,” lanjutnya.
Dijelaskannya, jika tidak ada kendala tahun ini pihaknya bakal merealisasikan rehabilitasi dan pelebaran jalan mulai dari Desa Semelako hingga Kelurahan Embong Panjang di Kecamatan Lebong Tengah. Termasuk juga beberapa sarana pendukung seperti drainase, plat deker, dan pembangunan gorong-gorong. Kemudian, pelebaran jalan Desa Sungai Gerong-Selebar Jaya-Lemeu Pit, yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Kemudian juga peningkatan dan pelebaran Jalan Tes Jembatan Air Pauh, yang rencananya akan dibangun menjadi 2 jalur,” jelasnya.
Ditambahkannya, kegiatan rehabilitasi jalan yang akan diakomodir ditahun 2021 ini kurang lebih sekitar 10 kilometer dengan penangan yang berbeda-beda. Sementara untuk yang bersumber anggaran dari DID sebesar Rp 30 miliar untuk pelebaran jalan dan pembangunan jalan poros tengah di Kecamatan Amen dan Kecamatan Tubei yang bersumber dari DAK sebesar Rp 10,5 miliar.
“Kita juga berencana untuk membuat data base jalan dan jembatan ini berbasis aplikasi, sehingga bisa lebih mudah untuk melakukan pengawasan kondisi jalan tersebut,” singkatnya.(wlk)