Beranda Bito Sadei 27 CJH Lansia di Suntik Vaksin Kedua

27 CJH Lansia di Suntik Vaksin Kedua

168
CJH tengah menjalani suntik vaksinasi tahap II

LEBONG UTARA – Sebanyak 27 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lebong yang sebelumnya tertunda diberangkatkan diotahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Kemarin, (7/4) kembali melaksanakan suntik vaksin sinovac kedua, yang dilaksankan bertempat di Puskesmas Muara Aman Kecamatan Lebong Utara.

Kepala Puskesmas Muara Aman Febria Mandeka, SKM menjelaskan bahwa vaksinasi terhadap para Cjh lansia merupakan salah satu untuk pemenuhan syarat wajib untuk keberangkatan para Cjh untuk menunaikan pelaksanaan rukun islam kelima ke tanah suci. Yang mana pada sebelumya para Cjh sudah diberikan suntik vaksin pertama sudah dilaksanakan bertempat di aula sakinah kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebong pada beberapa waktu lalu. Namun untuk pemberian suntik vaksin yang kedua dibagi menjadi dua tempat yakni Puskesmas Muara Aman Kecamatan Lebong Utara dan Puskesmas Tes Kecamatan Lebong Selatan.

“Untuk di Puskesmas Muara Aman telah dijadwalkan sebanyak 29 Cjh lansia yang disuntuik vaksin kedua, akan tetapi 2 orang Cjh lansia lainnya tidak dapat hadir sehingga hanya diikuti sebanyak 27 Cjh saja,” kata Febria Mandeka saat ditemui Radar Lebong.

Tidak hanya para Cjh lansia, lanjutnya, suntik vaksinasi kedua yang dilaksanakan oleh pihaknya hari ini (kemarin,red) juga diikuti 3 orang tenaga kesehatan (nakes) untuk pemberian suntik vaksin pertama. Kemudian 4 orang anggota TNI pemberian suntik vaksin kedua, sehingga pelaksanaan vaksin diikuti sebanyak 35 sasaran meliputi calon jamaah haji, nakes, dan TNI.

“Jadi hari ini (kemarin,red) terdapat 35 sasaran yang diberikan suntik vaksin Covid-19 baik penyuntikan pertama maupun penyuntikan kedua,” sampainya.

Febria menjelaskan, pemberian suntik vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh pihaknya tersebut, tentu lebih dulu akan dilakukan screening untuk mengetahui apakah sasaran bisa disuntik vaksin atau tidak. Sebab, bagi sasaran yang terdapat memiliki penyakit penyerta seperti darah tinggi, batuk pilek dan lain sebagainya maka akan dilakukan penundaan hingga kondisi sasaran benar-benar normal.

“Vaksinasi bisa dilakukan jika kondisi sasaran benar-benar sehat dan tidak mengidap penyakit lain, apabila sasaran diketahui memiliki penyakit penyerta maka akan dilakukan penundaan,” demikian Febria. (bye)