Beranda Hukum 5 OPD Ditenggat 60 Hari, Selesaikan Temuan BPK

5 OPD Ditenggat 60 Hari, Selesaikan Temuan BPK

529

LEBONG – Menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BKP) RI terhadap LKPD Lebong tahun anggaran 2020, Inspetorat Lebong memberikan waktu selama 60 hari kepada 5 OPD untuk segera menyelesaikan temuan BPK tersebut sesuai rekomendasi.
“Kita sudah sampaikan surat ke masing-masing OPD yang terdapat temuan pemeriksaan BPK untuk segera menindaklanjuti temuan ini dalam kurun waktu 60 hari terhitung sejak 7 Mei hingga 7 Juli mendatang. Jika tidak diselesaikan dalam kurun waktu tersebut, temuan ini nanti akan kita bahas dalam rapat tim MPTGR,” kata Inspektur Lebong, Jauhari Chandra, SP, MM, melalui Sekretaris, Andi Febriansyah, SE, kemarin (3/6).
Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya juga bakal menggelar rapat yang rencananya akan dipimpin Bupati Lebong terkait dengan penyelesaian temuan pemeriksaan BPK RI. “Kita akan lihat nanti, sejauh mana progresnya. Apalagi, surat itu sudah kita sampaikan sejak 7 Mei yang lalu,” jelasnya.
Sementara itu, beberapa temuan BPK pada LKPD Lebong tahun anggaran 2020 diantaranya Kelebihan Pembayaran Tunjangan PNS sebesar Rp 41,472 juta, Pembayaran Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah Pemerintah Kabupaten Lebong Belum Dilaksanakan Sesuai dengan Ketentuan dan Terdapat Kelebihan Pembayaran Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah Sebesar Rp 49,761 juta, Belanja Barang dan Jasa Kegiatan Reses Pada Sekretariat DPRD Tidak Dapat Diyakini Kewajarannya Sebesar Rp 13,640 juta dan Kelebihan Pembayaran Uang Transport Peserta Sebesar Rp 65 juta. Kelebihan Pembayaran Realisasi Belanja Modal atas Tujuh Paket Pekerjaan Sebesar Rp 483,206 juta pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Penatausahaan Aset Tetap di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong Belum Tertib dan Terdapat Permasalahan Aset Tetap yang telah diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) sebelumnya belum sepenuhnya ditindak lanjuti. (wlk)