Beranda Bito Sadei Akses Menuju Desa Sungai Lisai Butuh Perhatian Pemerintah

Akses Menuju Desa Sungai Lisai Butuh Perhatian Pemerintah

270
Beginilah kondisi akses jalan keluar masuk di desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis yang masih sulit dilalui kendaraan.

PINANG BELAPIS – Kendati pembangunan infrastruktur jalan didesa Sungai Lisai Kecamatan Pinang sudah dibuka melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada bebarapa tahun silam, namun sampai saat ini akses jalan tersebut belum bisa dinikmati dengan sempurna oleh warga yang tinggal dipedalaman ujung wilayah Kecamatan Pinang Belapis ini. Sayangnya hingga sekarang akses jalan yang masih berupa tanah itu belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah akan melakukan pengaspalan.

Dibincangi Radar Lebong Kades Hajron mengungkapkan bahwa akses jalan di desanya masih sangat sulit untuk dilewati warga, karena kondisi jalan yang dulunya dibuka melalui kegiatan TMMD saat ini sudah mengalami kerusakan parah. Hanya saja akses jalan yang masih berupa tanah ini belum juga mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Lebong untuk melakukan pembangunan jalan hotmix.

“Akses jalan yang masih sulit dileawti ini sudah kami lami sejak puluhan tahun, tentunya kami berharap usulan pembangunan jalan hotmix yang kami usulkan pada musrembangcam beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Pemkab Lebong untuk merealisasi pembangunan jalan hotmix,” ungkap Hajron kepada Radar Lebong Rabu, (3/3).

Lebih jauh Hajron menunturkan sebagai upaya agar warga bisa keluar masuk desa, pihaknya berinisiatif memasang kayu sebagai lantai dibeberapa titik jalan rusak. Meskipun sudah mengetahui upaya itu tidak akan mampu bertahan lama namun setidaknya warga yang memiliki keleperluan bisa keluar desa walaupun dengan kondisi jalan yang sulit dan membahayakan keselamatan.

“Kalau sedang musim hujan seperti sekarang ini terjadi, akses jalan digenangi air dan sangat sulit buntuk dilewati. Kami berharap besar usulan yang sudah kami sampaikan ini dapat dibahas dalam musrenbang tingkat Kabupaten Lebong nantinya, sehingga bisa dibangun baik dari pemerintah daerah maupun Pemprov Bengkulu,” harapnya.

Disisi lain, untuk DD dan ADD yang diterima oleh pihaknya, secara bertahap terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur desa, seperti halnya pembangunan jalan luingkung di dusun I, II, dan III. Selain infrastruktur fisik juga bada peningkatan pemberdayaan.

“Bagi kami DD yang digelontarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah ini, sudah memberikan menfaat yang begitu besar untuk pembangunan desa Sungai Lisai. Akan tetapi, kami berharap pembangunan yang tidak mampu didanai oleh DD dapat diakomodir oleh APBD maupun APBN,” demikian Hajron. (rak)