Beranda Tubei Akta Kematian Masih di Anggap Tidak Penting

Akta Kematian Masih di Anggap Tidak Penting

216
Petugas pelayanan di kantor Dukcapil Lebong melayani kepengurusan adminduk

LEBONG – Warga di Kabupaten Lebong khusunya, pada umumnya masih belum paham dan belum merasa penting akan kepemilikan akta kematian. Buktinya, tingkat kepengurusan akta kematian di tahun 2021ini masih minim.

Dimana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lebong telah menerima dan mencatat sebanyak 79 jiwa penduduk Kabupaten Lebong meninggal dunia. Data itu sesuai dengan laporan masyarakat dan permohonan dalam pembuatan akte kematian yang diterima petugas pelayanan.

Kepala Dinas Dukcapil Lebong, Elva Mardiana S.IP, M.Si, melalui Kabid PIAK, Karter Jaya, S. Sos mengungkapkan bahwa kesadaran penyampaian laporan kematian masyarakat Lebong masih sangat minim, untuk menyampaikan laporan kematian keluarga maupun saudaranya ke kantor Dukcapil Lebong. Padahal, laporan kematian tersebut sangat penting untuk pemutakhiran jumlah penduduk di Kabupaten Lebong.

“Untuk sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 79 jiwa penduduk Lebong yang meninggal dunia. Rinciannya, Januari 30 jiwa, Febuari 31 jiwa, dan Maret 28 jiwa, ” ungkap Karter Jaya.

Menurutnya, penyampaian laporan kematian sangat penting, karena menyangkut data kependudukan di Kabupaten Lebong. Hanya saja, sejauh ini kesadaran masyarakat untuk melapor terkait kematian baik saudara ataupun kerabatnya masih sangat minim.

Lanjutnya, mengingat dengan masih minimnya penyampaian laporan kematian, pihaknya berharap kedepan adanya peran aktif dari seluruh pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Lebong agar setiap warga yang meninggal dapat dicatat pada buku khusus dan dilaporkan secara rutin dalam setiap bulannya ke kantor Dukcapil.

“Sudah dipastikan, jumlah angka kematian bisa lebih dari data yang tercatat dengan data pelayanan. Tentunya, karena memang pelaporan kematian ini janya disampaikan masyarakat ketika ada keperluan saja, ” bebernya.

Sementara itu untuk jumlah anagka kematian ditahun 2020 lalu, tercatat sebanyak 421 jiwa yang tersebar di 12 Kecamatan dalam Kabupaten Lebong. Maka dari itu, kedepan diharapkan agar masyarakat serta pihak-pihak lain bisa bekerjasama untuk memberikan laporan kematian. Terlebih, ditahun sebelumnya mayoritas laporan kematian itu hanya dilaporkan dari keluarga ASN.

“Intinya, kami berharap masyarakat ataupun pihak keluarga dapat lebih proaktif memberikan laporan kematian keluarganya. Dengan begitu, data penduduk di Kabupaten Lebong bisa terus di upgrade, ” harapnya. (wlk)