Beranda Nasional Ambil Ampas Emas di Cagar Budaya, 12 Warga Dibina

Ambil Ampas Emas di Cagar Budaya, 12 Warga Dibina

341
Rusak Peninggalan Sejarah, Dewan Minta Pemkab Bersikap
Bangunan bernilai sejarah ini rusak akibat aktivitas pertambangan illegal

LEBONG – 12 orang warga yang kedapatan masih melakukan penambangan ampas emas di lokasi cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara, kemarin (22/7) sempat diamankan polisi beserta barang bukti puluhan karung berisi tanah ampas emas. Meski sempat diamankan, mereka ini hanya diberikan pembinaan oleh Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK.
“Kasus ini memang belum kita proses sesuai hukum yang berlaku, mereka yang kita amankan ini tadi baru diberikan pembinaan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi mengambil tanah ampas emas di lokasi cagar budaya ini,” ujar Kapolres.
Kapolres menyebutkan meski sebelumnya sudah dilarang namun aktivitas penambangan dilokasi cagar budaya ini masih tetap dilakukan oleh warga. Bahkan, sebagian penambang ini bukan berasal dari luar desa Lebong Tambang.
“Lokasi masyarakat melakukan penambangan ini berada dalam wilayah operasi PT. TME, dan kita selama ini sudah sering mendapatkan pengaduan mengenai aktivitas ini,” terangnya.
Sementara itu, Kades Lebong Tambang, Mispon, membenarkan jika sebelumnya aktivitas penambangan ampas emas sudah dilarang. Hanya saja, masih ada sebagian warga yang nekat melakukan aktivitas tersebut meski lokasi telah dipagari. Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena alasan beberapa penambangan ini adalah untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka.
“Dari 12 yang sempat diamankan tadi, ada 5 warga Desa Lebong Tambang sisanya warga luar desa kami. Kami berharap adanya kerjasama dari perusahaan pemilik izin agar tidak terjadi gesekan dengan masyarakat,” singkatnya. (bye)