Beranda Hukum Ambil Ampas Emas di Cagar Budaya, Diancam Penjara

Ambil Ampas Emas di Cagar Budaya, Diancam Penjara

539
Bidang Aset BKD Lebong memasang papan peringatan larangan aktivitas pertambangan di lokasi cagar budaya bekas bangunan Belanda.

LEBONG – Peringatan bagi masyarakat untuk tidak lagi mengambil ampas (tanah, red) emas pada lokasi cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara. Pasalnya, bagi siapa yang masih melakukan aktivitas pengambilan ampas emas ini terancam bakal dipolisikan dengan ancaman pelanggaran UU Pertambangan Mineral Batu Bara (Minerba) dengan pidana 10 tahun penjara serta denda Rp 10 miliar.
Plt. Kepala BKD Lebong, Erik Rosadi, SSTP, M.Si melalui Kabid Aset, Rizka Putra Utama, SE, M.Si, mengaku jika kemarin (14/3) pihaknya telah memasang papan peringatan mengenai larangan melakukan aktivitas pertambangan di area cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi semakin parahnya kerusakan cagar budaya ini akibat pengambilan ampas emas yang dilakukan oknum masyarakat belakangan ini.
“Tadi (kemarin, red) kita sudah memasang papan peringatan agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan atau pengambilan ampas emas di lokasi tersebut. Mudah-mudahan saja, peringatan ini bisa menjadi perhatian bagi semua pihak,” ujarnya.
Disebutkannya, aktivitas pengambilan ampas emas dilokasi cagar budaya ini selain merusak kawasan cagar budaya juga berarti telah melakukan aktivitas penambangan liar. Jika merujuk pada UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba para pelaku bisa diancam pidana paling lama 10 tahun penjara dan dedan paling banyak Rp 10 miliar.
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan mengambil ampas emas dilokasi ini. Disamping mengimbau, papan peringatan yang sudah kita pasang ini menjadi peringatan terakhir bagi masyarakat. Jika masih melakukan aktivitas tersebut, kami tidak segan-segan untuk melaporkan aktivitas tersebut ke penegak hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam upaya penertiban pengambilan ampas emas di Cagar Budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara, polisi mengamankan 6 unit sepeda motor serta 5 karung ampas emas dari lokasi cagar budaya dan saat ini barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolsek Lebong Utara.
Kabarnya, warga yang melakukan pengambilan ampas emas dilokasi ini diperkirakan mencapai 300 orang. Akibat kegiatan ini, tanaman, jalan lingkungan serta fasilitas umum yang ada disekitar lokasi tersebut menjadi rusak. (red)