Beranda Nasional Angka Inflasi Lebong Masih Normal

Angka Inflasi Lebong Masih Normal

115
Pemkab Lebong menggelar rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dihadiri Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Bengkulu.

LEBONG – Berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar diruang bina praja Setda Lebong kemarin (30/6), angka inflasi alias kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, masih terbilang normal.
“Rata-rata angka inflasi di Lebong itu setidaknya 0,132 persen, ini artinya kalau kita melihat dari sisi inflasinya saat ini masih dibawah angka normal, harusnya +-3 persen. Pemerintah mesti menyiapkan solusi jangka panjang untuk menjaga kestabilan harga misalnya dengan meningkatkan harga jual gabah dari petani atau yang lainnya,” terang Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Bengkulu, Dr. Anzori Tawakal, ST. M.Si.
Dirinya juga mengatakan meski angka inflasi Lebong berada dibawah angka 1 persen, bukan berarti sektor ekonomi di Lebong tidak bergerak. Menurutnya, hal yang paling positif untuk meningkatkan sektor perekonomian di Lebong ini yakni melalui sektor pertanian.
“Berdasarkan data yang kita peroleh, dalam 2 bulan terakhir nilai tukar petani cukup signifikan. Dari angka 129 menjadi 130, artinya petani sudah bisa menyimpan 30 persen,” terangnya.
Disinggung mengenai penurunan harga beras, dirinya menyebutkan jika penurunan harga beras di Lebong saat ini belum terdaftar. Pasalnya, belum pernah dilakukan uji sampel di dalam Kabupaten Lebong. Sedangkan, penilaian sampel ini dilakukan oleh BPS dan Kota.
“Rata-rata kabupaten atau kota dalam Provinsi Bengkulu, saat ini masih stabil dan komoditas harga tetap naik seperti ayam potong, telur, kemudian bawang merah. Jika memang ada penurunan harga beras, tentunya pemerintah mesti segera mencari solusi agar harga jual petani ini tetap normal,” singkatnya. (dap)