Beranda Nasional Angka Kemiskinan di Lebong, Kembali Meningkat

Angka Kemiskinan di Lebong, Kembali Meningkat

319
Sriwiyana Teguh Ananto

LEBONG – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebong, saat ini (2020) angka kemiskinan di Kabupaten Lebong kembali meningkat jika dibandingkan dengan data tahun 2019. Sesuai hasil survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada Maret lalu, jumlah penduduk miskin di Lebong mencapai sebanyak 13.970 jiwa atau 11,85 persen. Sedangkan pada tahun 2019 lalu angka penduduk miskin sebanyak 13.670 Jiwa atau 11,77 persen.
“Jika dibandingkan dengan data tahun 2019 angka kemiskinan tahun ini kembali meningkat. Untuk angka kemiskinan sendiri setiap tahunnya terus meningkat,” ungkap Kepala BPS Lebong Ir. Sriwiyana Teguh Ananto, S.Sos.
Dijelaskannya, angka penduduk miskin yang disurvey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dihitung mulai dari kebutuhan dasar yaitu, mereka yang bisa memenuhi kebutuhan dasar itu disebut sebagai garis kemiskinan. Sedangkan mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar itu dianggap tidak miskin. Kebutuhan dasar itu terdiri dari dua yakni, kebutuhan makanan dan kebutuhan non-makanan.
“Jadi survey susenas itu mencatat dan menghitung konsumsi rumah tangga seperti beras, cabai, rokok kretek, filter, telur ayam, dan lain sebagianya. Sedangkan satu makanan yang berbeda adalah daging ayam ras di perkotaan dan kopi bubuk dan kopi instan (sachet) di perdesaan,” jelasnya.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan angka penduduk kemiskin ditahun 2021 mendatang akan kembali mengalami peningkatan. Karena di tengah massa pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak angka pengangguran lantaran banyak masyarakat yang baru pulang dari luar daerah yang hilang pekerjaan. Meski jumlah kemiskinan di Kabupaten Lebong ini mengalami peningkatan, namun jika dibandingkan dengan data Kabupaten lain di Provinsi Bengkulu Lebong terbilang paling rendah.
“Se-Provinsi Bengkulu Lebong terendah nomor dua dari Kabupaten Bengkulu Tengah, dibandingkan dengan angka kemiskinan di Kabupaten lain. Tapi kalau dilihat data nasional angka kemiskinan di Lebong terbilang masih sangat tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lebong sesuai hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada bulan Agustus 2020 mencapai 3,92 persen. Untuk angka pengangguran ini memang karena banyak masyarakat Lebong yang hilang pekerjaan akibat karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.
“Untuk tingkat pengangguran Lebong tidak begitu meningkat, karena untuk masyarakat Lebong sendiri tidak banyak yang kerja diluar daerah,” pungkasnya. (wlk)