Beranda Nasional Antisipasi Aksi Teror, 60 Personil Polres Lebong Jalani Latihan Menembak

Antisipasi Aksi Teror, 60 Personil Polres Lebong Jalani Latihan Menembak

125
Personil Polres Lebong dan Polsek jajaran melaksanakan latihan menembak untuk meningkatkan kemampuan menggunakan senjata api.

LEBONG – Dalam rangka mengantisipasi aksi teror, sebanyak 60 orang personil Polres Lebong dan Polsek jajaran melaksanakan latihan berkala menembak untuk meningkatkan kemampuan menggunakan senjata api (senpi). Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK, dan didamping Waka Polres Lebong, dan Kabag Sumda yang diikuti sebanyak 60 orang personil Polres dan Polsek jajaran bertempat di lapagan tembak Mapolres Lebong pada Selasa, (6/4).

Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK melalui Kabag Sumda, AKP Panehan Wasington Simamora mengatakan, latihan berkala menembak menggunakan senpi tersebut, diikuti sebanyak 60 personil Polres Lebong dan Polsek jajaran. Yang mana bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan senpi, yang sekaligus untuk mengantisipasi aksi teror diwilayah hukum Polres Lebong.

“Latihan berkala ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan personil Polres Lebong dan Polsek jajaran dalam menggunakan senpi, termasuk juga mengantisipasi terjadinya aksi teror diwilayah hukum Polres Lebong, ” ungkap Panehan kepada Radar Lebong.

Lebih jauh, dijelaskannya, dengan dilaksanakan latihan menembak ini, tentu diharapkan kepada 60 personil yang memegang senpi dinas bisa lebih meningkatkan kemampuannya dalam menembak secara cepat dan tepat. Sementara itu, untuk jarak menembak dengan menggunakan senpi laras pendek dengan sasaran 25 merer yang teridiri dari kelas I, II, dan III.

“Untuk nilai menembak kelas I minimal 41-50 poin, kelas II 31-40 poin, dan kelas III 21-30, ” jelasnya.

Sementara itu, bagi para personil yabg tidak hadir dalam mengikuti latihan menembak serta personil yang tidak mampu mencapai nilai yang sudah ditentukan, maka dianggap tidak lulus dan dinyatakan tidak layak untuk memegang senpi.

“Latihan berkala ini rutin kita laksanakan untuk personil yang memegang senpi, jadi bagi mereka yang tidak hadir dalam latihan maupun personil yang tidak mampu mencapia nilai yang ditetapkan dalam menembak, sehingga personil tersebut dinyatakan tidak layak untuk memegang senpi, ” singkatnya. (wlk)