Beranda Nasional Aturan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum, Polres Teken Mou Dengan Dikbud

Aturan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum, Polres Teken Mou Dengan Dikbud

156
Polres Lebong bersama Dikbud Lebong melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU terkait program pendidikan lalu lintas.

LEBONG – Satlantas Polres Lebong bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU terkait program pendidikan lalullintas dalam upaya mewujudkan pelajar taat lalu lintas di Kabupaten Lebong.
Kapolres Lebong AKBP. Ichsan Nur. SIK dalam sambutannya menyampaikan selain pendantanganan MOU pada kesempatan juga dilaksanakan diseminasi integrasi pendidikan lalu lintas dalam kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lebong.
“Sangat penting membangun kesadaran bagi generasi muda agar dapat tertib berlalu lintas sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan terutama yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dikalangan pelajar,” terang Icksan Nur, Kamis (22/10).
Menurut Ichsan Nur, untuk meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dikalangan pelajar disamping perlu ketegasan aparat kepolisian yang tidak kalah penting adalah perlu ketegasan dari orang uan termasuk pihak sekolah untuk melarang siswa membawa sepeda motor ke sekolah khusunya yang belum bisa mendapatkan SIM.
“Harapan saya dengan adanya integrasi mata pelajaran lalu lintas dalam kurikulum pendidikan melalui mata pelajaran PPKN tingkat SD dan SMP ini bisa memberikan pengetahuan sejak dini kepada pelajar tentang lalulintas sehingga mereka semakin sadar dan patuh terhadap peraturan lalu lintas,” harap Kapolres.
Lebih jauh, Kapolres menerangkan selama ini razia–razia yang dilakukan oleh Polisi dalam jangka waktu tertentu mungkin bisa menekan jumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor dan melanggar lalu lintas. Namun, menurutnya upaya tersebut belum bisa maksimal sehingga perlu langkah–langkah yang lebih preventif.
“Razia yang dilakukan dalam jangka pendek sifatnya hanya pendekatan temporer dan tetap diperlukan langkah lain yang lebih preventif, salah satunya pendidikan lalulintas kepada pelajar seperti yang kita lakukan sekarang ini,” ungkap Ichsan Nur.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud H. Guntur S.Sos mengatakan dengan diadakannya penandatanganan kesepakatan bersama instansi pendidikan diharapkan lembaga pendidikan yang merupakan tempat menimba ilmu untuk bersama sama dengan kepolisian terutama dengan fungsi lalu lintas mencegah terjadinya lakalantas yang melibatkan usia pelajar baik itu sebagai pelaku atau juga korban.
“Semoga melalui lembaga pendidikan dari SD hingga SMP bisa mengedukasi masyarakat untuk bisa mematuhi aturan lalu lintas saat menginjak dewasa, sehingga terjadinya laka lantas bisa diminimalisir,” kata Guntur.
Menurut Guntur tujuan diberikannya pendidikan lalu lintas disekolah adalah agar generasi muda secara sadar mampu mengimplementasikan sistem nilai, yaitu etika dan budaya berlalu lintas yang akan selamat tertib dan lancar yang diwujudkan dalam kehidupan sehari–hari.
“Banyak tujuan yang ingin dicapai melalui program ini tapi pada intinya adalah edukasi lalu linta ssejak dini menjadikan generasi muda ke depan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dnegan komitmen bersama,” imbuhnya.
Pantauan dilapangan penandatanganan nota Kesepahaman dilaksanakan di gedung SMP Muhammadiyah kelurahan Kp. Jawa, Mou ditandantangani langsung kapolres Lebong AKBP. Ichsan Nur SIK dan kepala dinas Dikbud H. Guntur S.Sos. ME disaksikan Pjs Bupati Lebong Herwan Antoni, kanit Subdit Kamsel Ditlantas Polda Bengkulu Ipda. Bambang Hariadi SH. MH, Pejabat Utama Polres Lebong, Ketua PGRI Catur Sugito, 91 orang kepala Sekolah SD dan 24 orang kepala SMP, ketua MKKS dan ketua K3S dan petinggi dari jajaran dinas Dikbud.(via)