Beranda Hukum Awas…Jual Chip Higgs Domino Bisa Dipenjara

Awas…Jual Chip Higgs Domino Bisa Dipenjara

10428
Ilustrasi Game Online Higgs Domino Island

LEBONG – Tidak bisa dipungkiri jika saat ini game online Higgs Domino banyak dimainkan oleh masyarakat, bahkan akibat kecanduan game online ini para pelakunya sampai nekat melakukan aksi kejahatan seperti halnya aksi rekayasa perampokan alfamart oleh 3 pelaku yang berhasil di ungkap Polres Lebong belum lama ini. Bahkan, jual beli chip higgs domino saat ini bukan menjadi rahasia lagi, padahal hal ini bisa menjerat para pelakunya sesuai hukum pidana yang berlaku.

Baca Juga: Candu Judi Slot Online, Pegawai Alfamart Rekayasa Perampokan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, permainan game online higgs domino ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan remaja saja, namun game ini sudah sangat populer diseluruh kalangan masyarakat berbagai usia. Higgs Domino ini bisa dimainkan apabila penggunanya memiliki chip, dan tak jarang untuk mendapatkan chip ini oknum sampai memperjualbelikan chip tersebut baik secara online maupun manual. 1 B chip higgs domino ini di jual dengan harga berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu.

Menanggapi hal ini, Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK, mengungkapkan sesuai dengan pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pada ayat 1 menyebutkan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun atau dengan hukuman denda setinggi-tingginya Rp 25 juta, barangsiapa tanpa mempunyai hak dengan sengaja melakukan sebagai suatu usaha, menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu. Kemudian, Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak ramai untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu dengan tidak memandang apakah pemakaian kesempatan itu digantungkan pada sesuatu syarat atau pada pengetahuan mengenai sesuatu cara atau tidak, dan juga turut serta didalam permainan judi sebagai usaha.

Judi, sambung Kapolres, sesuai dengan pasal 303 KUHP ayat 3 adalah setiap permainan yang pada umumnya menggantungkan kemungkinan diperolehnya keuntungan itu pada faktor kebetulan, juga apabila kesempatan itu menjadi lebih besar dengan keterlatihan yang lebih tinggi atau dengan ketangkasan yang lebih tinggi dari pemainnya. Termasuk ke dalam pengertian permainan judi adalah juga pertarohan atau hasil pertandingan atau permainan-permainan yang lain, yang tidak diadakan antara mereka yang turut serta sendiri di dalam permainan itu, demikian pula setiap pertarohan yang lain.

Tidak hanya itu saja, judi online ini juga bisa dijerat sesuai dengan undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Disebutkan dalam pasal 27 ayat 2 UU ITE bahwa setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

“Larangan sebagaimana disebutkan dalam pasal 27 ayat 2 UU ITE ini bisa dijerat dengan hukuman sebagaimana diatur dalam pasal 45 UU ITE ayat 1 bahwa setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat 1, ayat 2, ayat 3, atau ayat 4 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp l miliar,” ujar Kapolres.

Terkait dengan hal ini, Kapolres pun mengimbau seluruh masyarakat diwilayah hukum Polres Lebong untuk bersama-sama menjauhi setiap perjudian. Dirinya pun meminta peran serta seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk mengingatkan masyarakat agar menjauhi perbuatan tersebut.

“Kasus yang terungkap belum lama ini, penting untuk menjadi perhatian kita semua bahwa kecanduan game online ini sangat berbahaya dan bisa memicu pelaku untuk berbuat kejahatan seperti yang terungkap belum lama ini. Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama mengingatkan agar menjauhi segala bentuk perjudian, apalagi kalau hal ini sampai dilakukan oleh anak di bawah umur,” singkatnya. (wlk)