Beranda Nasional Bawa Speaker, Ratusan Anggota FEKL “Goyang” Dewan

Bawa Speaker, Ratusan Anggota FEKL “Goyang” Dewan

356
Dengan membawa speaker musik, FKEL mendatangi gedung DPRD Lebong mendesak agar dibolehkannya hiburan musik pada acara resepsi.

//Desak Dibolehkan Hiburan

LEBONG – Sikap tegas Satgas Covid-19 yang melarang adanya kegiatan hiburan pada resepsi pernikahan yang digelar masyarakat menuai penolakan dari Forum Entertainment Kabupaten Lebong (FEKL). Bahkan, kemarin (22/2) ratusan anggota FEKL menggoyang kantor wakil rakyat Lebong lengkap dengan speaker musik yang dibawa dengan puluhan kendaraan.
Ketua FEKL, Trio Lesmana, menyampaikan pihaknya sangat keberatan atas keputusan melarang acara hiburan musik pada kegiatan resepsi yang digelar masyarakat. Karena, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Kapolres AKBP Ichsan Nur, SIK merupakan yang paling keras menolak adanya kegiatan hiburan musik pada kegiatan resepsi.
“Kita datang kesini untuk meminta agar kegiatan hiburan dibolehkan kembali. Mengapa hanya daerah kita saja yang dilarang sementara kabupaten tetangga bisa melaksanakan hal itu, padahal kita bernaung dibawah aturan yang sama,” ujar Trio.
Selain itu, atas keputusan pelarangan hiburan musik ini menurut pihaknya hal ini merupakan sebuah bentuk ketidakadilan perlakuan Satgas Covid-19 kepada pelaku usaha entertainment di Kabupaten Lebong.
“Jika musik bisa memicu terjadinya kerumunan, mengapa pasar yang setiap minggu selalu terjadi kerumunan, tidak dibubarkan,” tegasnya.
Menariknya, Wakil Ketua FEKL, Sisko, mengungkap jika pada 10 Februari lalu pihaknya diminta untuk mengisi acara hiburan yang digelar dirumah dinas Bupati Lebong pada kegiatan purna tugas Bupati dan Wakil Bupati Lebong.
“Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa acara yang seperti itu tidak dibubarkan, padahal masih menggunakan musik dan bisa memicu kerumunan,” kata Sisko geram.
Menanggapi hal ini, Kabag Ops Polres Lebong, AKP Rafenil Yaumil Rahman, meluruskan pernyataan yang disampaikan FEKL Lebong. Menurutnya, keputusan pelarangan hiburan musik ini merupakan keputusan Satgas Covid-19 Lebong bukan merupakan keputusan Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK.
“Perlu di luruskan bahwa yang membuat keputusan tersebut bukan lah pribadi atau dalam hal ini Kapolres Lebong, namun keputusan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Lebong, Wilyan Bachtiar, SIP, menyatakan jika pihaknya siap untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan FEKL ini kemarin. Bahkan, pihaknya bakal segera memanggil Satgas Covid-19 Lebong membahas aspirasi yang disampaikan kepada pihaknya ini.
“Besok (hari ini, red) kita akan bahas masalah ini bersama Satgas. Mudah-mudahan saja ada solusi yang bijak terkait masalah ini,” singkatnya. (cw1)