Beranda Nasional Beda Kebijakan 2 Klaster Covid-19 di Lebong

Beda Kebijakan 2 Klaster Covid-19 di Lebong

562

//Dukcapil Tetap Bekerja, Puskesmas di Lockdown

LEBONG – Keseriusan Pemkab Lebong dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Kabupaten Lebong patut dipertanyakan. Bagaimana tidak, Covid-19 klaster Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lebong semakin meluas ke tengah masyarakat Lebong, namun belum ada kebijakan dari Pemkab Lebong untuk memberlakukan Work From Home (WFH) di Dinas Dukcapil. Ironisnya, justru Puskesmas yang ditutup sementara dalam melayani masyarakat.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Pemprov Bengkulu pada Jum’at (2/7) dari 16 kasus baru positif Covid-19 di Lebong tercatat 6 diantaranya merupakan pegawai Dinas Dukcapil Lebong, kemudian dari hasil rilis Sabtu (3/7) kasus positif Covid-19 di Lebong kembali bertambah sebanyak 38 kasus baru diantaranya 1 orang pegawai Dinas Dukcapil Lebong, 7 orang tenaga kesehatan Puskesmas Kota Donok, 1 orang tenaga kesehatan Kota Baru, 2 orang pegawai BPS serta 27 orang warga di desa di Kecamatan Lebong Selatan, Lebong Sakti, Lebong Atas, Amen, Lebong Utara dan Kecamatan Tubei.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, Rachman, SKM, mengakui jika saat ini tercatat sudah ada sebanyak 7 orang pegawai Ducakpil yang dinyatakan positif Covid-19 serta adanya penambahan klaster tenaga kesehatan dan masyarakat umum.
“Dalam dua hari yang lalu, total penambahan kasus Covid-19 di Lebong mencapai sebanyak 54 kasus baru. Terbanyak berasal dari pegawai Dinas Dukcapil dan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas,” kata Rachman kemarin (4/7).
Menariknya, meski terdapat 2 klaster Covid-19 saat ini yakni klaster Dinas Dukcapil Lebong dan Puskesmas, namun kebijakan yang dikeluarkan justru berbeda meski keduanya melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat. Pada Dinas Dukcapil Lebong disarankan untuk tetap melakukan pelayanan secara online, sedangkan klaster Puskesmas Kota Donok justru ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan untuk melaksanakan pelayanan bagi masyarakat.
“Kalau Puskesmas itu pelayanannya ditutup sementara sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan Dukcapil pegawai yang dinyatakan sehat tetap masuk kantor memberikan pelayanan terhadap masyarakat, namun kita lebih menyarankan agar pelayanan adminduk tersebut diberikan melalui pelayanan online tanpa harus tatap muka,” lanjutnya.
Disisi lain, Rachman menambahkan lonjakan kasus Covid-19 di Lebong tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah. Apalagi, hingga kemarin (4/7) pihaknya sudah mengambil 40 sampel swab dari keluarga pasien positif Covid-19 Lebong.
“Jumlah total kasus Covid-19 di Lebong sebanyak 223 kasus, dimana 166 kasus dinyatakan sembuh, 3 kasus meninggal dunia dan 54 kasus masih menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

//
Aneh, Sekda Ngaku Belum Terima Laporan Resmi

Anehnya, meski penambahan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Lebong dirilis resmi oleh Pemprov Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, justru Sekda Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, M.Si, mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait dengan adanya klaster pegawai Dinas Dukcapil Lebong. Padahal, rilis inipun telah dibenarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong.
“Sampai sekarang kami belum mendapat info secara resmi dari pihak Dinkes Lebong,” kata Sekda.
Ditanyai dengan adanya sejumlah pegawai Dukcapil yang dinyatakan positif Covid-19 apakah ada rencana Work From Home (WFH) bagi ASN Dukcapil Lebong? Dirinya mengaku akan menunggu iformasi lebih dulu dari Dinkes, setelah itu baru akan dilaporkan kepada Bupati Lebong, Kopli Ansori.
“Kita tunggu saja info dari Dinkes, adapun kebijakan selanjutnya kita tunggu pimpinan,” demikian Sekda. (wlk)

//