Beranda Nasional Bertambah 2 Kasus Baru, Masuk Lebong Wajib Swab Ditempat

Bertambah 2 Kasus Baru, Masuk Lebong Wajib Swab Ditempat

350
Pendirian posko Covid-19 di Desa Bioa Putiak di perbatasan Lebong-Rejang Lebong.

LEBONG – Hari ini Pemkab Lebong mulai memberlakukan swab ditempat bagi warga yang hendak masuk ke Lebong pada 2 posko Covid-19 yang ada di Desa Bioa Sengok perbatasan antara Lebong-Rejang Lebong serta di Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas. Berdasarkan rilis Pemprov Bengkulu saat ini dalam Kabupaten Lebong terdapat 2 penambahan kasus baru. Menariknya, meski ada penambahan 2 kasus baru ini, namun 2 kasus ini telah dinyatakan sembuh karena telah menjalani isolasi mandiri 14 hari.
“2 posko diperbatasan ini sudah didirikan dan besok (hari ini, red) sudah mulai diberlakukan tes swab ditempat bagi warga yang hendak masuk ke Lebong,” kata Ketua Koordinator Posko Covid-19 Lebong, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si, kemarin (20/7).
Warga yang akan masuk ke Lebong ini lebih dulu akan didata di posko tersebut kemudian dilakukan tes swab ditempat. Jika warga dengan identitas luar Kabupaten Lebong dinyatakan reaktif maka tidak akan diperkenankan masuk ke Lebong sedangkan bagi warga Lebong yang dinyatakan reaktif akan dikawal hingga ke rumah dan diawasi selama menjalani isolasi mandiri 14 hari.
“Tidak ada pengecualian bagi siapapun, perlakukannya sama. Semua wajib didata dan dilakukan tes swab di tempat oleh petugas di posko tersebut,” ujarnya.
Petugas yang dikerahkan untuk berjaga di posko ini sebanyak 56 personil dibagi menjadi 2 shift. Dirinya memastikan jika jumlah petugas ini akan kembali ditambah setelah adanya kepastian penambahan dari Kesbangpol, Tenaga Kesehatan dan juga staf kecamatan yang baru direkrut.
“Personil ini gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Nakes, Bidang Perhubungan, Satpol PP, Tagana Dinas PMDSos, PMI, Kesbangpol, dan staf Kecamatan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, Rachman, SKM, M.Si, mengungkapkan dari rilis Pemprov Bengkulu saat ini terdapat penambahan 2 kasus baru positif Covid-19 dalam Kabupaten Lebong. Meski baru rilis oleh Pemprov Bengkulu, namun penambahan 2 kasus baru tersebut namun kasus ini sudah sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani masa isolasi mandiri 14 hari.
“2 kasus ini berasal dari 122 sampel swab yang sebelumnya kita kirim ke laboratorium. Ya, meski baru dirilis oleh Pemprov, 2 kasus tersebut sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri 14 hari,” terangnya.
Dari 122 sampel swab yang dikirim ke laboratorium, baru 28 sampel yang telah selesai diperiksa sedangkan 94 sampel lainnya masih menunggu rilis Pemprov Bengkulu. Diakuinya, pengambilan sampel ini sudah dikirimkan pada 30 Juni lalu dan baru dirilis Pemprov Bengkulu baru-baru ini.
“Sehingga, saat rilis ini disampaikan warga tersebut sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Total komulatif kasus yang ada di Lebong sebanyak 254 kasus, rinciannya 6 kasus meninggal dunia, dan 248 kasus selesai isolasi,” tambahnya.
Terkait dengan perekrutan tenaga kesehatan untuk membantu penjagaan di posko Covid-19 di perbatasan, Rachman mengaku jika saat ini kebutuhan nakes untuk membantu di posko tersebut sudah dilakukan pihaknya. Nakes yang direkrut ini diantaranta tenaga analis, bidan hingga perawat yang berasal dari Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Lebong.
“Sudah ada 16 nakes yang kita rekrut. Mereka ini akan diberikan honor sebesar Rp 5 juta per orang selama 1 bulan,” singkatnya. (wlk)