Beranda Nasional Besok, Jaksa Panggil 3 Pimpinan DPRD

Besok, Jaksa Panggil 3 Pimpinan DPRD

137
Kejari Dalami Peran Mantan Pimpinan DPRD Lebong 2014-2019
Kasi Pidsus Kejari Ronald Thomas Mendrofa, SH.

LEBONG – Jika tidak ada halangannya, selasa mendatang (16/2), Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebong, memastikan akan memanggil 3 pimpinan DPRD Lebong periode 2014-2019 sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi belum dikembalikannya Tuntutan Ganti Rugi (TGR) senilai Rp 1,3 miliar tahun anggaran 2016 dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh BPK RI.

Kajari Lebong, Fadil Regan, SH, MH melalui Kasi Pidsus Ronald Thomas Mendrofa, SH mengatakan pemanggilan ketiga orang unsur pimpinan priode 2014-2019 itu merupakan hasil dari pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya yang sudah dimintai keterangan.

“Iya, sudah kami tetapkan jadwalnya ketiga orang unsur pimpinan ini akan kami panggil hari Selasa, (16/2), mereka ini nanti akan kita mintai keterangan, ” kata Ronald.

Lebih lanjut Ronald menegaskan untuk menelusuri penggunaan anggaran tahun 2016 tersebut, tentu pihaknya akan memanggil seluruh pihak-pihak yang berkaitan dengan penggunaan anggaran tahun 2016.

“Tiga unsur pimpinan DPRD priode 2014-2019 ini kita panggil untuk dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran 2016. Jadi semua nantinya tergantung dari hasil pemeriksaan, ” singkat Ronald.

Perlu diketahui, sejauh ini penyidik Pidsus Kejari Lebong telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi terkait dugaan kasus korupsi di DPRD Lebong tahun anggaran 2016. Mulai dari mantan Sekretaris Dewan (Setwan), mantan bendahara serta beberapa PNS yang bertanggungjawab dalam pengelolaan anggaran.

Dimana sebelumnya, Kejari Lebong telah mengeluarkan surat penyelidikan untuk 3 OPD dilingkungan Pemkab Lebong. Masing-masing Sekretariat DPRD Lebong, Dinas Satpol PP dan Kesbangpol. Langkah itu diambil menindaklanjuti LHP tahun 2017 atas pengelolaan keuangan di tahun anggaran 2016.

Dari LHP BPK RI, untuk Setwan ada temuan Rp 1,4 miliar dari jumlah itu sudah ada pengembalian sebesar Rp 100 juta. Bahkan hingga saat ini dugaan kasus korupsi di Setwan masih dalam penyelidikan Seksi Pidsus Kejari Lebong. Kemudian Dinas Satpol PP temuan sebesar Rp 79 juta, dan sudah ada pengembalian sebesar Rp 10 juta. Yang mana kasus tersebut saat ini masih ditangani Seksi Intelijen Kejari Lebong. Kemudian Kesbangpol sebesar Rp 162 juta yang diketahui TGR kerugian negara tersebut sudah dikembalikan oleh OPD yang bersangkutan ke Seksi Intelijen Kejari Lebong. (wlk)