Beranda Bito Sadei Bina Marga Segera Perbaiki 6 Jembatan Gantung yang Rusak

Bina Marga Segera Perbaiki 6 Jembatan Gantung yang Rusak

4267
Bina Marga Segera Perbaiki 6 Jembatan Gantung yang Rusak
Kabid Bina Marga Haris Santosa

LEBONG, radarlebong.com – Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Lebong segera memperbaiki 6 unit jembatan gantung dalam kondisi rusak berat.

Ke 6 jembatan gantung tersebut yakni di desa Pungguk Pedaro, Talang Leak I kecamatan Bingin Kuning. Kemudian, Jembatan Gantung Desa Lokasari dan Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Lebong Utara, Jembatan Desa Sukasari kecamatan Lebong Selatan serta Jembatan Topos.

“Untuk perbaikan jembatan rusak berat itu hanya ada 6 unit, yang akan kami laksanakan ditahun 2022 ini. Itupun hanya difokuskan pada jembatan gantung saja, sementara untuk jembatan beton itu hanya dilakukan sebatas pengecatan,” kata Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinarta, SE, MM melalui Kabid Bina Marga (BM), Haris Santoso, ST kepada Radar Lebong.

Dan, lanjut Toso, untuk perbaikan jembatan gantung tersebut memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Mengingat, kondisi jembatan mengalami rusak berat lantaran putus seperti di Kelurahan Kampung Jawa dan Talang Leak.

Baca Juga : Warga Nantikan Perbaikan Jembatan Gantung

“Sementara jembatan beton hanya dilakukan perbaikan ringan seperti pengecatan jembatan hingga membersihakaan rumput-rumput yang ada disekitar lokasi jembatan,” ujarnya..

Toso merincikan, setidaknya total keseluruhan jembatan di Lebong sebanyak 124 unit baik jembatan gantung maupun beton. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 14,5 persen kondisi jembatan baik gantung maupun beton di Kabupaten Lebong dalam kondisi rusak dan perlu dilakukan perbaikan.

Sedangkan 67 persen jembatan dalam kondisi baik yang saat ini masih dilintasi pejalan kaki maupun pengendara.

“Kalau total keseluruhan jembatan itu ada sekitar 124 unit diantaranya, 52 unit jembatan gantung dan 72 unit lagi jembataan beton. Dari jumlah tersebut 14,5 persen jembatan dalam kondisi rusak dan sisanya 65 persen dalam kondisi baik,” terang Toso.

Untuk itu, ia mengimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat jembataan yang sudah dibangun. Terlebih, menurut Toso, hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab bersama agar apa yang sudah direalisasi oleh pemerintah tetap terawat yang akan memperlancar akses masyarakat itu sendiri.

“Kami berharap, masyarakat bisa menjaga dan merawat apa yang sudah terealiasi. Karena itu perlu agar bangunan tersebut bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” demikian Toso. (wlk)