Beranda Nasional BKD Bantah Kejari Minta Hibah Baru

BKD Bantah Kejari Minta Hibah Baru

295
Rizka Putra Utama

/Rizka: Hanya Pemindahtanganan Aset

LEBONG – Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong membantah kabar permintaan hibah baru dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong seperti yang terungkap belum lama ini. Disebutkan jika, hibah tersebut hanya merupakan pemindahtanganan aset bangunan gedung yang sudah dibangun Pemkab Lebong dilingkup Kejari Lebong terhitung sejak tahun 2015 hingga 2020 dengan nilai yang mencapai Rp 6,6 miliar.
“Jadi bukan permintaan hibah baru atau yang baru diusulkan tahun 2021 ini dengan nilai Rp 6,6 miliar. Melainkan, pemindahtanganan aset-aset bangunan yang sudah dibangun Pemkab Lebong pada Kejari Lebong sejak tahun 2015-2020 lalu,” ujar Plt. Kepala BKD Lebong, Erik Rosadi, SSTP, M.Si melalui Kabid Aset, Rizka Putra Utama, M.Si, kemarin (10/6).
Dijelaskannya, pemindahtanganan aset ini secara aturan dapat dilakukann oleh pemerintah dalam rangka melaksaksanakan efisiensi pemeliharaan serta optimalisasi barang milik daerah. Serta optimalisasi aset untuk kepentingan penyelenggaran pelayanan dan fungsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.
“Ada beberapa beberapa cara pemindahtanganan barang milik daerah ini seperti penjualan, tukar menukar, penyertaan modal dan hibah. Nah, yang akan kita lakukan ini adalah hibah bangunan yang sudah dibangun sejak tahun 2015 hingga 2020 dilingkup Kejari Lebong. Jadi saya sampaikan, ini bukan merupakan usulan hibah baru, melainkan hanya pemindahtanganan aset yang sudah dibangun saja,” terangnya.
Ditambahkannya, pemindahtanganan barang milik daerah ini mempertimbangkan penyelenggaran pemerintah dan juga pelayanan bagi masyarakat yang menjadi tugas pokok dan fungsi Kejari Lebong. Pelaksanaan pemindahtanganan barang milik daerah ini dimaksudkan untuk menunjang penyelenggaraan tugas dan fungsi Kejari Lebong. (dap)