Beranda Tubei BLT UMKM Segera Dicairkan

BLT UMKM Segera Dicairkan

458

LEBONG – Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 1.141 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak Covid-19 di Kabupaten Lebong akan segera dicairkan. BLT yang akan disalurkan senilai Rp 2,4 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM pusat. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Lebong Aris Munandar, SE, MM melalui Kabid Perdagangan Azhar, SH kepada Radar Lebong Kamis, (27/8) kemarin.

Dikatakan Azhar, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya BLT untuk pelaku UMKM yang terdampak akibat Covid-19 akan segera disalurkan. Hanya saja, ketetapan tanggal realisasi bantuan senilai Rp 2,4 juta untuk pelaku UMKM tersebut belum diketahui.

“Informasinya, bantuan tersebut dalam waktu dekat ini akan segera disalurkan. Namun, untuk ketetapan tanggal kapan akan direalisasikan belum diketahui, ” kata Azhar kepada Radar Lebong Kamis, (27/8) kemarin.

Lanjutnya, sesuai dengan data pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Lebong yang sudah dikirim dengan Kenterian Pusat tersebut sebanyak 1.141 pelaku UMKM. Data tersebut merupakan data yang disampaikan oleh Desa dan Kelurahan. Menurutnya, dari jumlah tersebut belum semuanya pelaku UMKM di Kabupaten Lebong sudah terdata. Sebab, masih ada beberapa desa lagi yang belum melaporkan data pelaku UMKM yang terdampak akibat Covid-19 diwilayahnya seperti di Kecamatan Topos.

Selain itu kata dia, dari total data pelaku UMKM yang sudah dikirim dengan kementerian tersebut, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan diakomodir semua atau tidak. Karena setiap data pelaku UMKM itu akan dilakukan verifikasi kelengkapan berkas serta kriteria penerimanya.

“Tidak bisa kami pastikan apakah semuanya akan diakomodir atau tidak, sebab, yang menentukan layak atau tidaknya adalah kementerian. Sedangkan kami hanya sebatas perpanjangan tangan, mudah-mudahan semua data yang sudah diterima pusat itu seluruhnya dapat diakomodir, ” bebernya.

Azhar menambahkan, terkait mekanisme penyaluran batuan itu nanti akan ditransfer pusat melalui rekening masing-masing. Dan salah satu syarat penerima pelaku UMKM sedang tidak menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan. Selain itu tambahnya, program tersebut telah dimulai sejak 17 Agustus 2020 dengan skema berupa bantuan uang dengan nilai Rp 2,4 juta per pelaku UMKM guna membantu pelaku UMKM terdampak pandemi covid-19.

“Kami menghimbau bagi pelaku UMKM yang belum terdaftar agar dapat melapor ke baik di Desa maupun Kelurahan agar dapat menyampaikan data dengan Kepala Desanya atau langsung ke kantor Disperindagkop, karena sejauh ini kementerian pusat masih tetap menunggu apabila masih ada data pelaku UMKM yang terdpak Covid-19 belum didaftarkan, ” imbuhnya. (wlk)