Beranda Nasional BNPB Batalkan 6 Usulan Penanganan Bencana di Lebong

BNPB Batalkan 6 Usulan Penanganan Bencana di Lebong

261
Salahsatu usulan batal berupa pembangunan jembatan Desa Talang Leak yang hanyut diterjang banjir tahun 2019 lalu.

LEBONG – Kabupaten Lebong menjadi salahsatu kabupaten yang rawan terjadi bencana alam baik berupa banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, serta kebakaran hutan dan lahan yang rutin terjadi setiap tahunnya.
Terlebih, dalam rentang beberapa tahun terakhir sejumlah bencana alam melanda Lebong sehingga membutuhkan penanganan bencana yang ekstra dari pemerintah pusat.
Namun, sayangnya, dari 9 usulan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. BNPB membatalkan 6 usulan kegiatan penanganan bencana alam di Kabupaten Lebong. Itu berdasarkan hasil rapat praverifikasi proposal yang dilaksanakan secara zoom meeting Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lebong bersama BNPB Pusat belum lama ini.
Adapun ke 6 usulan kegiatan penanganan bencana yang dibatalkan tersebut diantaranya pembangunan jembatan gantung Desa Talang Leak II Kecamatan Bingin Kuning, dengan nilai sebesar Rp 2.310.976.000, bangunan pengaman sungai air ketahun Desa Talang Kerinci Kecamtan Bingin Kuning, dengan nilai sebesar Rp 1.219.410.000, jembatan 2 simpang akhir 2 jalur air belemeu Desa Sukau Kayo-Sukau Datang Kecamatan Pelabai, dengan nilai sebesar Rp 1.543.920.000.
Kemudian, jembatan air racun ruas jalan Kampung Jawa-Pondok Cina Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara, dengan nilai sebesar Rp 850.860.000, jembatan lemeu air uram Desa Lemeu-Pal VIII kecamatan Uram Jaya, dengan nilai sebesar Rp 437.190.000, dan bangunan pengaman sungai air aman Kecamatan Lebong Utara, dengan nilai sebesar Rp 118.440.000.
Sementara, 3 usulan penanganan bencana alam yang ditindaklanjuti verifikasi lapangan yaitu, jembatan 3 simpang akhir jalan 2 jalur air blemeu Desa Sukau Kayo-Gunung Alam Kecamatan Pelabai, dengan nilai sebesar Rp 1.359.888.000, bangunan pengaman sungai air kotok Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara, dengan nilai sebesar Rp 15.668.000.000, dan bangunan pengaman sungai air kotok Kecamatan Amen dengan nilai sebesar Rp 26.115.222.000.
“Untuk 3 item usulan yang ditindaklanjuti dipastikan akan diakomodir. Saat ini kita masih menunggu jadwal dari BNPB Pusat, kapan akan melakukan verifikasi lapangan, ” kata Kepala BPBD Lebong, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, Toton Wijaya, ST, kemarin kepada Radar Lebong.
Dikatakannya, jika pihaknya mengusulkan bantuan dana hibah senilai Rp 49 miliar untuk 9 item kegiatan pembangunan infrastruktur bencana alam di Kabupaten Lebong.
“Namun, hanya 3 usulan yang ditindak lanjuti verifikasi lapangan oleh BNPB Pusat. Hal tersebut berdasarkan penelaah terhadap proposal Kabupaten Lebong, yang dilaksanakan melalui zoom meeting, ” kata Toton Wijaya.
Meski demikian, tambah Toton, pihaknya berharap semoga ke 6 usulan yang disampaikan pihaknya bisa menjadi pertimbangan BNPB , mengingat usulan yang disampaikan tersebut sifatnya mendesak dan butuh penanganan bencana yang serius.
” Kita hanya mengusulkan, tapi seluruhnya dari BNPB yang menentukan,” tukasnya.(wlk)