Beranda Bengkulu Utara BU Peringkat 1 Pencegahan dan Penurunan Stunting 2021

BU Peringkat 1 Pencegahan dan Penurunan Stunting 2021

155
Wabup mewakili Pemkab BU terima penghargaan atas kinerja penurunan stunting

BENGKULU UTARA – Secara berturut-turut sejak tahun 2019, 2020 dan 2021, Kabupaten Bengkulu Utara berhasil meraih predikat terbaik, dalam upaya penanggulangan atau penurunan angka stunting. Predikat terbaik itu dicapai, berdasarkan penilaian terhadap kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi stunting terintegrasi di provinsi Bengkulu.
Diketahui, Tahun 2021 ini Bengkulu Utara kembali mempertahankan predikat terbaik tersebut, setelah diumumkan pada Rapat Kerja Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota, yang dibuka oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah di ruang pola Pemda Provinsi Bengkulu, Selasa 29 Juni 2021. Dalam penilaian tersebut, masing-masing Kepala Daerah Kabupaten memaparkan aksi konvergensi di wilayah kerjanya, dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si. Penilaian sendiri dilakukan oleh Tim Panelis Konvergensi Stunting Provinsi Bengkulu yang terdiri dari unsur Bappeda, Dinkes, PUPR, PMD, Ketahanan Pangan, dan Poltekkes Kemenkes,
“Dari hasil penilain kerja tersebut, Pemkab BU berhasil meraih peringkat 1 dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2020 serta menjadi juara 1 lomba video inovasi penurunan stunting. Penilaian kinerja yang dilakukan secara berjenjang ini, Alhamdulillah, kita mendapatkan Rangking 1 selama 3 tahun berturut-turut,” ujar Wabup BU Arie Septia Adinata.
Arie pun juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak, kepada semua OPD yang tergabung dalam tim koordinasi pencegahan stunting Kabupaten Bengkulu Utara.
“Terimakasih atas kerja keras semua pihak, kerjasama yang baik tim koordinasi pencegahan stunting Kabupaten Bengkulu Utara yang tergabung didalamnya OPD terkait, sehingga aksi pencegahan stunting membuahkan hasil. Kunci sukses aksi konvergensi, diawali oleh komitmen kepala daerah kemudian dievaluasi oleh semua sektor apakah memang dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat dengan penurunan angka stunting,” demikian Arie. (aer)