Beranda Nasional Bupati Minta BaBe MaMan Beli Padi Petani Kota Donok

Bupati Minta BaBe MaMan Beli Padi Petani Kota Donok

139
Bupati dan Wabup Lebong meninjau lokasi sawah warga yang terdampak banjir air Teluk Nusai di Desa Kota Donok.

//Yang Terdampak Banjir

LEBONG – Ada yang menarik dari pengecekan yang dilakukan Bupati Lebong, Kopli Ansori dan Wakil Bupati, Drs. Fahrurrozi, M.Pd, ke lokasi sawah warga Desa Kota Donok Kecamatan Lebong Selatan yang terdampak banjir air Teluk Nusai belum lama ini. Pada kesempatan itu, Bupati meminta Bank Bengkulu Cabang Muara Aman (Babe MaMan) untuk membali padi petani yang terdampak banjir menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Saya minta Bank Bengkulu dapat merealisasikan CSR dengan membeli padi dari petani yang terdampak banjir ini paling lambat 2 minggu sejak saat ini. Pembelian ini tidak boleh ada potongan apapun, ini untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir,” ujar Bupati kepada pihak BaBe MaMan ini kemarin (23/4).
Disebutkan Bupati, total kerugian padi yang dialami oleh warga di Desa Kota Donok ini mencapai sebanyak 172 karung. Masing-masing, Anhan sebanyak 50 karung, Jamiludin sebanyak 20 karung, Rizal sebanyak 30 karung, Hardinata sebanyak 15 karung, Mahmud sebanyak 7 karung, Agustian sebanyak 10 karung, Irwansyah sebanyak 20 karung, Heri Irwansyah sebanyak 20 karung.
“Harga jual gabah saat ini sebesar Rp 180 ribu, tapi saya minta gabah petani yang terdampak banjir ini di beli dengan harga Rp 200 ribu perkarang. Jadi total yang mesti dibeli oleh Bank Bengkulu ini sebesar Rp 34.400.000 kepada 8 orang petani yang terdampak, termasuk juga ongkos untuk mengambil uang pembelian ini masing-masing sebesar Rp 100 ribu juga mesti ditalangi,” perintah Bupati.
Meski demikian, petani yang terdampak banjir ini wajib membuka rekening pada Bank Bengkulu untuk penyaluran bantuan tersebut. Dan juga diminta untuk membawa data kependudukan seperti Kartu Tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Masih dari hasil pengecekan yang dilakukannya kemarin, Bupati menjelaskan bahwa total lahan sawah warga yang terdampak banjir air Teluk Nasai mencapai lebih kurang 6,5 hektar sawah rusak akibat yang tertimbun material saat banjir.
“Irigasi pada sawah ini sudah ada, tapi perlu penambahan irigasi baru termasuk juga dibutuhkan pembangunan bronjong, tanggul atau dam. Saya minta OPD teknis untuk segera melakukan penghitungan secara keseluruhan terhadap kebutuhan pembangunan ini. Jika memang nanti bisa kita ajukan ke pemerintah pusat, kita akan ajukan ke pemerintah pusat. Tapi kalau tidak bisa, akan kita akomodir melalui APBD Kabupaten Lebong. Sedangkan untuk pembangunan pelapis tebing di jalan lintas, kita akan berkoordinasi dulu Pemprov Bengkulu karena status jalan ini kewenangan mereka,” singkatnya. (arp)