Beranda Nasional Bupati Rosjonsyah Resmikan PTM Termegah Se Provinsi Bengkulu

Bupati Rosjonsyah Resmikan PTM Termegah Se Provinsi Bengkulu

200
Prasasti. Bupati Lebong, Dr.E.H. Rosjonsyah, S.Ip,.M.SI menandatangani Prasasti Pembangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Aman, Kamis lalu.

LEBONG- Kamis lalu (11/2), Bupati Lebong Dr.E.H.Rosjonsyah,S.Ip, M.Si meresmikan Pasar Tradisional Modern (PTM) termegah se-Provinsi Bengkulu. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang akan dipasang di dinding bangunan PTM Muara Aman.

Kegiatan launching PTM Muara Aman turut dihadiri Wakapolres Lebong, Kompol Sofyanto, Pabung Lebong, Inf L Damanik, Sekda Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, M.Si Ketua Komisi I DPRD Lebong, Rama Chandra, Kasi Intel Kejari Lebong, Imam Hidayat, SH, MH, Plt Kadis PUPRP-Hub Joni Prawinata, SE, MM, Camat Lebong Utara Sumitro, S.Sos, Para Pedagang Pasar Muara Aman serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lebong Dr.E.H. Rosjonsyah S.IP M.Si menyampaikan bangunan PTM Muara Aman ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, dan kedepannya bangunan ini segEra bisa diselesaikan oleh Bupati Lebong terpilih. Tentunya untuk menyelesaikan pembangunan tersebut hal ini harus didukung dengan anggaran yang tersedia. Apalagi pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat yang dinilai sangat penting. sehingga penyelesaian pembangunan PTM Muara Aman ini diras perlu supaya para pedagang bisa segera menempatinya.

“Nantinya pasar ini akan menjadi icon baru bagi Kabupaten Lebong. Saya sangat berharap bangunan ini bisa dilajutkan sampai pembangunan PTM Muara Aman ini selesai oleh Bupati Lebong yang baru,” sampai Bupati dalam acara Launching Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Aman waktu yang lalu.

Lebih jauh Rosjonsyah menjelaskan, dalam pengelolaan PTM Muara Aman khususnya untuk kebersihan dan keamanannya, dirinya berharap agar pasar dapat dkelola oleh pihak ketiga. Dimana, jika pengelolaannya menggandeng pihak ketiga maka perawatan dan kebersihan serta keamanannya pasar akan lebih terjamin

“Apabila pasar tersebut kebersihannya terjaga, maka akan meningkatkan kenyamanan pengunjung yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong, Joni Prawinata, SE, MM mengatakan untuk pembangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) Muara Aman Ex Kios Pasar Muara Aman itu sendiri diprediksi membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 45 miliar dari konsep awal. Selama 3 tahun pengerjaan sejak tahun 2018 hingga tahun 2020, baru menggunakan anggaran sebesar Rp 33 miliar.

” Bangunan PTM ini awalnya telah ditargetkan pembangunannya selesai di tahun 2021 ini. Untuk itulah, kami sebelumnya mengusulkan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk menyelesaikan pambangunan dan sarana dan prasaranan penunjang mulai dari escalator, lift barang dan landscape serta lahan parkir. Namun anggaran yang disetujui sebesar Rp 4 miliar,” terang Joni.

Sehingga, lanjut Joni, dari jumlah anggaran tersebut pihaknya terlebih dahulu melakukan review untuk pengerjaan yang akan dilakukan. Akan tetapi, sambungnya, dari anggaran yang disiapkan sebesar Rp 4 Miliar akan ditargetkan untuk penyelesaian pembangunan bagian dalam bangunan mulai dari lantai 2 hingga lantai 4 saja. Dan sisanya yaitu pembangunan lahan Parkir, lift barang dan landscape serta escalator akan diajukan selanjutnya.

“Untuk sisa Pembangunan PTM tersebut nantinya akan kita usulkan kembali,” ungkapnya.

Dan berdasarkan rekap data, tambah Joni, terdata ada 85 pedagang, sementara diperkirakan tersedia 102 kios pada bangunan tersebut.

” Memang sangat ini posisi bangunannya belum selesai 100 persen. Dan, kami telah mengkonsep bangunan empat lantai, yaitu lantai 1 dan 2 untuk tempat berjualan seperti toko pakaian dan sepatu serta toko perhiasan. Kemudian, lantai 3 kuntuk tempat permaianan anak-anak, serta khusus lantai 4 sebagai tempat jualan kuliner khas Lebong dan lainnya,” demikian Joni.(bye)