Beranda Hukum Catut Nama Bupati Jual Jabatan, Akun Sosmed Dipolisikan

Catut Nama Bupati Jual Jabatan, Akun Sosmed Dipolisikan

276
Kabag Protokoler, Riki Irawan, menunjukkan pengaduan pencemaran nama baik yang sudah disampaikan ke Polres Lebong.

LEBONG – Akun Facebook yang mencatut nama Bupati Lebong, Kopli Ansori, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik Bupati Lebong. Pasalnya, akun facebook tersebut menjual jabatan melalui percakapan facebook messenger kepada salah satu ASN di Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Lebong sebesar Rp 45 juta.
Kabag Protokoler Setda Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, menceritakan awalnya akun facebook yang mengatasnamakan Bupati Lebong Kopli Ansori melakukan percakapan via inbox facebook kepada salah satu ASN di Disperkan Lebong. Dalam percakapan tersebut, ASN ini meminta nomor handphone pemilik akun yang mengatasnamakan Bupati Lebong, Kopli Ansori, dan diberikan nomor ponsel 085368330653.
“Dalam percakapan melalui pesan WhatsApp antara ASN dan oknum yang mengatasnamakan Bupati Lebong ini, pelaku meminta uang sebesar Rp 45 juta untuk ditransfer ke salah satu rekening bank swasta serta menjanjikan jabatan untuk ASN tersebut. Kejadian ini kita ketahui setelah korban mengirimkan screenshot percapan dengan pemilik akun tersebut kepada kita. Dan tadi (kemarin, red) Bupati sudah menyampaikan laporan resmi atas dugaan pencemaran nama baik melalui medsos ke Polres Lebong,” ungkapnya.
Menariknya, pelaku juga menghubungi salah satu ASN lainnya di jajaran Pemkab Lebong melalui pesan facebook messenger. Untung saja, kejadian ini cepat diketahui sehingga korban belum sempat tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan Bupati tersebut.
“Untung kejadian ini cepat disampaikan, sehingga calon korban ini belum sempat melakukan transaksi seperti yang diminta oleh pelaku,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Lebong, Kopli Ansori, membenarkan jika dirinya telah menyampaikan laporan resmi ke Polres Lebong perihal pencemaran nama baik. Bahkan, dirinya menegaskan jika ada oknum yang mencatut namanya dan melakukan jual beli jabatan, ia meminta agar dilaporkan ke penegak hukum.
“Kalau ada yang mencatut nama saya, tolong segera dilaporkan atau laporkan langsung ke penegak hukum. Dan masalah ini sudah saya serahkan sepenuhnya kepada polisi,” singkat Bupati. (dap)