Beranda Nasional Covid-19 Bertambah, Muncul Klaster Pegawai Dinas Dukcapil

Covid-19 Bertambah, Muncul Klaster Pegawai Dinas Dukcapil

351
Capaian vaksin sudah 54,26 Persen.
Ilustrasi

//Bupati Minta Mahasiswa KKN UNIB Isolasi Mandiri

LEBONG – Dari sampel swab yang dikirimkan Pemkab Lebong ke laboratorium di Bengkulu beberapa waktu lalu, dari rilis Pemprov Bengkulu didapati adanya penambahan 16 kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Lebong. Kabarnya, dari 16 kasus baru positif Covid-19 ini sebagian besar merupakan pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lebong.
“Benar, sore tadi (kemarin,red) kita mendapatkan hasil rilis perkembangan kasus postif baru dari Pemprov Bengkulu. Dari rilis itu sebanyak 16 orang warga Lebong dinyatakan terkonfirmasi positif corona,” kata kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, saat dikonfirmasi Radar Lebong kemarin (2/7).
Disinggung, apakah dari 16 kasus tersebut berasal dari klaster pegawai Dinas Dukcapil Lebong, Rachman tidak membantah hal tersebut. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah pegawai Dinas Dukcapil Lebong yang dinyatakan positif Covid-19 namun sebagian besar dari jumlah yang dirilis Pemprov Bengkulu ini berasal dari pegawai Dinas Dukcapil Lebong.
“Kalau pastinya saya belum tahu, tapi memang sebagian besar dari 16 kasus baru berasal dari hasil tracking pegawai di Dukcapil Lebong. Tapi ada juga beberapa yang berasal dari masyarakat umum,” terang Rachman.
Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan kasus baru positif Covid-19 dalam Kabupaten Lebong bisa saja bertambah, apalagi dari 98 sampel swab yang sudah dikirimkan pihaknya sampai saat ini masih ada yang belum keluar.
“Jadi sangat tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kasus baru lagi. Dengan adanya penambahan 16 kasus baru ini, total kasus positif Covid-19 di Lebong sudah mencapai sebanyak 185 kasus dimana 166 kasus sudah dinyatakan sembuh dan 3 kasus meninggal dunia,” singkatnya.
Sementara itu, terungkap dalam rakor Satgas Covid-19 Lebong yang digealr bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Lebong ruang di Graha Bina Praja kemarin, Bupati Lebong, Kopli Ansori, mengaku geram atas kecolongannya tim Satgas Covid-19 tingkat kecamatan atas masuknya ratusan mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lebong.
“Sesuai hasil rakor tadi (kemarin,red) mahasiswa KKN yang sudah datang di Lebong wajib menunjukan bukti swab antigen dan wajib melakukan isolasi mandiri selam 3 hari,” ujar Bupati.
Tidak hanya itu saja, Bupati juga meminta Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan mahasiswa KKN dalam melaksanakan isolasi mandiri. Bahkan, jika ada mahasiswa KKN yang melanggar prokes Covid-19 dirinya menginstruksikan Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan untuk memulangkan mahasiswa KKN tersebut.
“Saya minta Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan harus lebih jeli dalam mengawasi kedatangan warga dari luar daerah, apalagi Kota Bengkulu saat ini berada dalam zona merah penyebaran Covid-19. Kami tidak melarang mahasiswa untuk KKN di Lebong, tapi tetap harus mengikuti aturan terlebih dalam masa pandemi seperti saat ini. Apalagi, kedatangan mahasiswa ini ke Lebong tanpa izin, karena Provinsi tidak bisa mengeluarkan izin tanpa adanya persetujuan daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Kabupaten Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK menyebutkan, laporan masuknya mahasiswa KKN tersebut hanya bersifat pemberitahuan bukan surat perizinan.
“Hasil swab tidak ada sama sekali melapor ke Polsek ataupun pihak desa. Untuk itu, kita meminta untuk semua mahasiswa yang sudah masuk Lebong wajib isolasi mandiri, serta swab, dan kita akan tetap pantau mereka. Maka, kita beri tenggang waktu selama 3 hari. Apabila mahasiswa KKN itu nanti tidak menunjukkan hasil swab antigen dan tidak melakukan isolasi mandiri, bahkan melanggar maka langsung kita pulangkan yang bersangkutan,” tutup Ichsan Nur. (wlk)