Beranda Bengkulu Utara Dandim: TNI Netral, Jangan Seret ke Pilkada

Dandim: TNI Netral, Jangan Seret ke Pilkada

191
Jumpa pers Dandim 0423 BU, Terkait Penggunaan atribut TNI dalam kampanye

BENGKULU UTARA – Terkait adanya penggunaan atribut TNI yang diduga melakukan kampanye pada Pilkada serentak di Kabupaten BU, hal ini dinilai telah mencoreng netralitas TNI. Bahkan, Dandim 0423 BU Letkol Inf. Agung Pramudio Sakseno meminta agar tidak menyeret TNI pada Pilkada. Hal ini disampaikan Dandim 0423 BU dalam jumpa pers di aula Kodim kemarin (3/12).
“Dalam kesempatan ini, saya memohon bantuan rekan-rekan media untuk memberikan informasi kepada masyarakat, agar tidak menyeret TNI ke politik. Hal ini saya katakan, mengingat dua kejadian sekaligus yang dinilai sangat merugikan institusi TNI di Bengkulu Utara,” ujar Dandim.
Dandim pun menjelaskan, terkait dua kejadian yakni Beredarnya video menggunakan atribut TNI yang berkampanye memenangkan kolom kosong pada 9 Nov 2020, dan photo gunakan atribut TNI dengan spanduk dan lambang tangan mendukung Kolom Kosong 24 Nov 2020, jelas sangat merugikan institusi ini. Terlebih lagi, para pelaku yang menggunakan atribut TNI tersebut bukanlah prajurit TNI, melainkan hanya masyarakat sipil. Ini jelas, menjadi permasalahan tersendiri yang akhirnya pihaknya menyerahkan speenuhnya proses hukum tersebut kepada pihak berwenang yakni pihak Kepolisian agar memproses dengan tuduhan pencemaran nama baik.
“Kami sangat menjunjung tinggi netralitas dalam Pilkada serentak ini. Dan kami juga tidak ingin ada satu pun dan celah, TNI terlibat dengan politik praktis. Sehingga, dengan kejadian yang ada, kami sangat menyesalkan sekali. Dalam hal ini, masalah ini sangat kami seriusi dan kami tindaklanjuti lebih jauh,” bebernya.
Sejauh ini, ia menjelaskan telah menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan tersendiri, atas perintah unsur pimpinan TNI. Dimana, pihaknya sudah melakukan pulbaket dan memanggil masyarakat bernama Syaukani dan Sidin. Alhasil, selain mengamankan atribut TNI kaos loreng serta seragam PDL yang didapatkan salah satu pelaku dari membeli di Pasar Panorama Kota Bengkulu, yang dikenakan oleh masyarakat yang tertangkap kamera berkampanye, pihaknya juga telah mencari tahu pihak pihak terkait atas aksi yang cukup merugikan institusi TNI tersebut.
“Dari hasil pulbaket yang kami lakukan, kami menduga adanya faktor kesengajaan penggunaan atribut TNI berkampanye tersebut. Kendati demikian, kami tidak mengambil sikap apapun hanya melaporkannya ke pimpinan kami. Namun, apa yang kami temukan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwajib, dan kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak berwajib, serta akan menghormati apapun hasilnya nanti,” tegasnya.
Selain itu, Dandim juga memastikan bahwa para pelalu yang merugikan institusi TNI ini juga bukan dari unsur TNI. Mengingat, ini terlihat dari cara berpakaian yang digunakan para pelaku sangat berbeda dengan cara berpakaian resmi TNI. Pihaknya berharap, kejadian ini tidak terulang lagi. Dan kejadian yang sudha terjadi, diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Dimana, pihak TNI tidka mempermasalahkan masyarakat menggunakan atribut TNI, seperti topi, kaos ataupun baju serta celana. Hanya, pihaknya berharap, penggunaan atribut tersebut tidak disalahgunakan baik sengaja maupun tidak sengaja.
“Kami intensnya menangani kasus ini, agar ini menjadi pembelajaran. Untuk kasus yang sudha terjadi, kami memberikan kesempatan 3X24 jam menunggu permintaan maaf dari para pelaku maupun pihak pihak terkait yang terlibat dan mengetahui kejadian ini. Permintaan maaf sendiri, akan kami terima baik itu melalui lisan maupun tertulis, dan kami sangat menghargai semua i’tikad baik. Yang jelas, pesan Danrem TNI Netral, Pilkada Aman dan Lancar,” imbuhnya. (aer)