Beranda Nasional Daun Jadi Masker, Warga Reaktif Corona Kabur dari Posko

Daun Jadi Masker, Warga Reaktif Corona Kabur dari Posko

238
Bupati Kopli Ansori, memasangkan masker kepada warga yang didapati menggunakan masker dari daun saat akan melewati posko di Tik Tebing.

LEBONG – Ada yang menarik dari hari pertama diterapkannya swab ditempat pada posko Covid-19 di 2 pintu masuk Kabupaten Lebong kemarin (21/7). Berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk bisa melewati petugas posko Covid-19, seperti halnya memodifikasi daun menjadi masker bahkan warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 kabur masuk ke Lebong dengan cara berpura-pura menunggu di atas motor, ketika petugas lengah warga ini langsung tancap gas ke Lebong.
Pada posko Covid-19 yang ada di Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas, Jum (42) warga Desa Tik Tebing ini didapati menggunakan masker dari daun saat dihentikan oleh petugas di posko Covid-19 di Desa Tik Tebing. Jum mengaku, jika dirinya hendak pulang kerumah dari kebun miliknya.
“Saat lewat tadi pagi, belum ada petugas dan kami tidak membawa masker. Karena mendapat kabar sudah ada petugas yang berjaga di posko, kami terpaksa menggunakan daun sebagai pengganti masker,” katanya.
Saat kejadian, Bupati Lebong, Kopli Ansori, tengah memantau pemeriksaan warga yang hendak masuk ke Lebong di posko tersebut. Pada kesempatan itu, Bupati langsung memberikan masker kepada warga ini namun harus tetap dilakukan swab antigen.
“Alhamdulillah, hari pertama ini berjalan lancar tanpa ada kendala. Memang ada beberapa temuan warga yang reaktif setelah dilakukan swab antigen dan mereka yang dinyatakan reaktif memilih untuk putar arah untuk kembali ke daerah masing-masing,” kata Bupati.
Disinggung mengenai berapa lama posko ini akan diberlakukan, Bupati mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Hanya saja, dalam pelaksanaannya nanti masih tetap akan dievaluasi kembali oleh pihaknya.
“Kita lihat nanti kondisinya seperti apa, dan tetap akan kita lakukan evaluasi terhadap kegiatan ini. Sehingga baru bisa diputuskan berapa lama posko ini akan diterapkan,” terangnya.
Sementara itu, pada posko Covid-19 di Desa Bioa Sengok perbatasan Lebong-Rejang Lebong tercatat ada sebanyak 135 orang warga yang dilakukan swab antigen ditempat. Dari jumlah tersebut, 6 orang warga dinyatakan reaktif.
“6 yang reaktif ini diantaranya 3 warga kecamatan topos, 1 warga Musi Rawas dan 2 warga Rejang Lebong,” kata Camat Rimbo Pengadang, Lasmudin, SH.
Warga Lebong yang dinyatakan reaktif ini, lanjutnya, langsung dijemput oleh Satgas Covid-19 kecamatan setempat untuk dibawa pulang dan melakukan isolasi mandiri. Sedangkan, salah satu warga asal Rejang Lebong yang dinyatakan reaktif Covid-19 kabur dari petugas dengan cara berpura-pura menunggu diatas motor.
“Warga ini sudah diminta untuk putar arah dan dia berpura-pura menunggu diatas motor. Karena saat itu petugas melayani warga lain yang hendak masuk ke Lebong, warga ini tadi langsung tancap gas ke Lebong. Tapi kejadian ini sudah kita koordinasikan dengan aparat keamanan,” terangnya.
Pelaksanaan swab ditempat pada posko Covid-19 di Desa Bioa Sengok ini kemarin dipantau langsung oleh Wabup Lebong, Drs. Fahrurrozi, M.Pd. Pada kesempatan itu, Wabup berharap agar petugas posko melakukan pemeriksaan terhadap siapapun yang hendak masuk ke Lebong dengan humanis.
“Aturan tetap harus ditegakkan, tapi saya berharap agar pelayanan ini dilakukan dengan cara-cara yang humanis. Saya juga meminta warga yang dinyatakan reaktif, untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan,” singkatnya. (dap/hds)