Beranda Bito Sadei Desa Gandung Baru Tetapkan Hasil Pendataan SDGs

Desa Gandung Baru Tetapkan Hasil Pendataan SDGs

203

LEBONG UTARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Gandung Baru Kecamatan Lebong Utara telah merampungkan tugas pendataan Sustainable Development Goals Desa (SDGs). Dengan berakhirnya tugas pendataan tersebut, dilanjutkan dengan melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) penetapan hasil pendataan SDGs yang dihadiri Camat Lebong utara, Tenaga Ahli (TA), Pendamping Kecamatan Lebong dan desa serta PLD, BPD, Bhabinkamtibmas, Tim Relawan Pokja pendataan SDGs desa, tokoh masyarakat bertempat dibalai desa pada Kamis (3/6).

Kades Kardimin, mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas kinerja tim pokja yang sudah merampungkan tugas pendataan dengan baik. Itupun terbukti dengan kesungguhan tiim dalam melakukan pendataan SDGs. Meskipun sudah bekerja tanpa diberikan honor, namun tetap semangat dan menyelesaikan tugas pendataan.

“Alhadulillah, berkat semangat tim pokja yang begitu tinggi dalam emnjalankan tugas, pendataan SDGs desa dan pemutakhiran IDM bisa diselesaikan dengan baik. Tentunya ini tidak lepas dengan adanya peran aktif dari pihak Kecamatan, Pendamping Desa, TA P3MD Kabupaten, babinsa, dan babinkamtibmas yang selalu ikut serta mendampingi pendataan SDGs,” ujar Kardimin.

Lebih jauh, dijelaskannya, kedepan pendataan SDGs dan pemutakhiran IDM akan dilakukan secra rutin setiap enam bulan sekali. Tujuannya, agar data awal yang sudah didapati bisa terus diperbarui agar tercapainya data yang akurat menuju pembangunan berkelanjutan. Dengan tuntasnya pendataan SDGs desa Gangdum Baru, artinya sudah sesuai dengan program Kemendes PDTT dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, ekonomi tumbuh merata,peduli kesehatan serta pembangunan berkelanjutan.

“Data ini nantinya akan dipergunakan sebagai kelompok berdasarkan tingkat kemiskinan maupun lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk hasil pendataan SDGs desa Gangdum Baru yakni jumlah unsur pemerintah desa yang telah di data sebanyak 10 orang, jumlah unsur BPD yang telah di data sebanyak 5 orang, kemudian survei Rumah Tangga, sebanyak 2 Dusun. Kemudian survei Keluarga yang di data sebanyak 266 Kartu Keluarga (KK), dan survei individu yang di data sebanyak 899 jiwa, rinciannya 454 jiwa laki-laki dan 445 jiwa perempuan.

“Pendataan ini dilakukan mulai dari tingkat dusun, KK, maupun individu, sehingga dalam pelaksanaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan data yang dihasilkan benar-benar valid dan objektif,” pungkasnya. (bye)