Beranda Bito Sadei Desa Se-Kecamatan Lebong Sakti Sepakat Pesta Keramaian Ditiadakan

Desa Se-Kecamatan Lebong Sakti Sepakat Pesta Keramaian Ditiadakan

205
Pemerintah Kecamatan Lebong Sakti menggelar rapat koordinasi (rakor) tentang larangan pergelaran pesta pernikahan yang diikuti seluruh emerintah desa setempat.

LEBONG – Menindaklanjuti hasil keputusan rapat kordinasi (rakor) lintas sektoral yang digelar Satgas penanganan pencegahan wabah covid-19 yang dilaksanakan di aula pemda Lebong beberapa waktu lalu. Kemarin, (24/11) pemerintah Kecamatan Lebong Sakti menggelar rapat koordinasi tentang larangan izin pesta keramaian yang akan diberlakukan terhitung mulai 1 Desember 2020 mendatang. Dalam rakor tersebut diikuti Kapolsek Lebong Tengah, Babinsa, Kepala KUA Lebong Sakti, Kepala Puskesmas, dan seluruh Kades se-kecamatan Lebong Sakti.

Camat Lebong Sakti Hj. Gusmawati, SH, MH menjelaskan bahwa rakor yang dilaksanakan pihaknya tersebut, bertujuan untuk menginformasikan kepada seluruh desa terkait larangan pesta keramaian yang akan ditiadakan terhitung mulai 1 Desember mendatang. Sehingga dari hasil rakor ditingkat Kecamatan ini seluruh kades bisa menyampaikan himbauan kepada desanya masing-masing supaya tidak melakasanakan pesta keramaian guna untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 di Kabupaten Lebong.

“Rakor yang kita laksanakan ini dalam rangka menindaklanjuti hasil keputusan rakor yang dilaksanakan Satgas Penanganan Pencegahan covid-19 Kabupaten Lebong. Untuk itu, berkaitan dengan larangan pesta keramaian, maka diharapkan agar seluruh kades dapat himbauan dan memberikan arahan kepada warga di desa masing-masing,” kata Gusmawati.

Lebih jauh Camat menjelaskan bahwa larangan digelarnya pesta keramaian tersebut, sebagai upaya pemerintah daerah untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah covid-19. Terlebih, saat ini jumlah kasus warga Lebong positif covid-19 terus bertambah, sehingga pesta keramain tidak di izinkan supaya tidak terjadi penambahan jumlah kasus positif.

Selain itu, lanjutnya, dalam rakor yang laksanakan tadi (kemarin,red) tidak hanya sekedar membahas larangan izin keramaian saja, namun juga membahas tentang disiplin penerapan protokol kesehatan. Supaya kades dapat terus mengingatkan warga desanya untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah untuk selalu menerapkan 3M yaitu, memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

“Kami berharap, dari rakor ini seluruh kades dapat langsung mensosialisasikan kepada warga desanya masing-masing, jangan sampai nantinya masih ada warga yang masih menggelar pesta keramaian yangg dapat menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19,” demikian Gusmawati. (arp)