Beranda Hukum Diduga Masuk Lewat Cerobong, Mesin RMU Digasak Maling

Diduga Masuk Lewat Cerobong, Mesin RMU Digasak Maling

341
Mesin Rice Milling Unit (RMU) yang berada di Desa Pelabuhan Talang Leak digasak maling.

LEBONG – Mesin Rice Milling Unit (RMU) alias mesin penggilingan padi generasi baru yang ada di Desa Pelabuhan Talang Leak Kecamatan Bingin Kuning, dilaporkan hilang digasak maling. Meski kondisi pintu utama dalam kondisi terkunci, diduga kawanan maling ini berhasil masuk ke dalam bangunan gedung melalui cerobong pipa pembuangan sekam yang ada di dinding belakang bangunan.
Kepala Desa Pelabuhan Talang Leak, Debi Putra Herlambang, kepada Radar Lebong kemarin (26/7) membenarkan kejadian tersebut. Diakuinya, peristiwa ini pertama kali diketahuinya dari laporan yang disampaikan oleh Rusmin dan Mayung warga desa setempat pada Minggu (25/7) malam berkisar pukul 19.30 WIB. Dilaporkan kedua warga ini, mesin 7,5 PK, blower serta dinamo yang ada pada RMU tersebut hilang digasak maling.
“Kedua warga ini mengetahui jika mesin di RMU ini hilang, saat mereka akan menggiling padi pada RMU tersebut. Tetapi, saat itu mereka melihat jika mesin yang ada dalam bangunan tersebut sudah tidak ada lagi, dan mereka melaporkan hal ini kepada saya. Dan saya juga sudah meminta agar mereka melapor ke polisi,” katanya.
Selain itu, dirinya mengaku selama 5 tahun menjabat sebagai Kades, dirinya tidak mengetahui perihal pengelolaan RMU tersebut disamping itu hal ini juga tidak pernah disampaikan kepada pihaknya selaku pemerintah desa.
“Kami tidak tahu mengenai RMU ini, baik itu segi pengelolaan maupun pengawasannya. Apakah dikelola dan diawasi pemerintah desa atau tidak, karena memang tidak ada pemberitahuan sama sekali mengenai RMU ini,” singkatnya.
Terpisah, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK melalui Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Suroso Risdiyanto SH, dikonfirmasi kemarin mengaku telah menerima laporan ini. Bahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
“Sudah, laporannya kita terima tadi (kemarin, red). Saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Kita tunggu saja perkembangannya nanti,” singkatnya. (arp)