Beranda Nasional Dikbud Bakal Cek Cagar Budaya Peninggalan Belanda

Dikbud Bakal Cek Cagar Budaya Peninggalan Belanda

420
Kepala Dinas DIkbud H Guntur SSos ME

LEBONG – Terkait insiden meninggalnya warga Desa Lebong Tambang dilokasi cagar budaya bekas bangunan peninggalan Belanda yang ada di desa setempat ketika hendak mengambil ampas emas (tanah bekas galian emas, red) dilokasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong memastikan jika dalam waktu dekat ini pihaknya bakal turun ke lokasi cagar budaya. Apalagi, dari hasil pengecekan Bidang Aset BKD Lebong ditemukan adanya bekas galian pada lokasi cagar budaya ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong, H. Guntur, S.Sos, ME, menjelaskan jika bangunan bekas peninggalan belanda yang berada di Desa Lebong Tambang ini sudah terdaftar dalam Sistem Registrasi Nasional tertanggal 28 Agustus 2017. Namun, diakuinya, untuk mengelola cagar budaya tersebut pihaknya terkendala salah satunya SDM.
“Secepatnya kita akan turun ke lokasi tersebut, dan kita akan cari solusinya agar pengurasakan ini tidak terus terjadi,” katanya.
Selain itu, pada tahun 2020 lalu pihaknya pernah menugaskan THLT untuk melakukan pengawasan, namun karena terkendala anggaran akhirnya penugasan tersebut tidak dilanjutkan kembali. Namun, dari informasi yang didapat pihaknya oknum tersebut ikut andil dalam mengelola bekas bangunan pabrik emas Belanda tersebut.
“Cagar Budaya ini, informasinya sudah menjadi lokasi mata pencaharian masyarakat, jadi kalau sudah urusan perut kami juga tidak bisa berbuat banyak. Memang pengelolaan lokasi ini belum maksimal karena anggaran yang kita terima masih sangat terbatas,” lanjutnya.
Ditambahkannya, di Lebong terdapat belasan cagar budaya namun belum dapat dikelola dengan maksimal karena terkendala anggaran. Sementara berdasarkan UU nomor 11 tahun 2010 yang mengatur tentang cagar budaya, perbuatan merusak cagar budaya ini bisa dikenai sanksi hukum.
“Kedepan kita akan mencoba agar pengelolaan cagar budaya peninggalan sejarah ini bisa dikelola maksimal dan dapat terpelihara,” singkatnya. (cw1)