Beranda Hukum Disaksikan Polisi, Pemotor Musnahkan Knalpot Brong Pakai Palu

Disaksikan Polisi, Pemotor Musnahkan Knalpot Brong Pakai Palu

285
Salah satu pelanggar memusnahkan sendiri knalpot racing miliknya di halaman Polres Lebong kemarin.

LEBONG – Puluhan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong alias knalpot bising yang terjading operasi Satlantas Polres Lebong beberapa waktu lalu, kemarin (13/9) dimusnahkan sendiri oleh si pemilik. Pemusnahan knalpot dengan suara bising ini dilakukan dengan menggunakan palu dan disaksikan langsung oleh Polisi di halaman Mapolres Lebong.
Kapolres Lebong, AKBP Ikshan Nur, SIK, melalui Kasat Lantas Polres Lebong, AKP Lilik Sucipto, menjelaskan operasi penertiban knalpot brong yang sudah dilaksanakan pihaknya ini menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya.
“Ada puluhan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong berhasil kita jaring. Dan tadi (kemarin, red) kita melakukan pemusnahan knalpot brong tersebut. Pemusnahan ini dilakukan sendiri oleh pemilik motor dengan menggunakan palu presisi,” kata Kasat Lantas.
Tidak hanya diminta untuk memusnahkan sendiri knalpot brong, namun pelanggar aturan lalulintas ini juga dikenai sanksi tilang satu bulan sebagai efek jera. Apalagi, mayoritas pelanggar yang berhasil terjaring oleh pihaknya ini masih berusia remaja.
“Setelah masa tilang 1 bulan ini berakhir, mereka bisa mengambil sepeda motor mereka dengan syarat harus melengkapi peralatan standar kendaraan dan juga surat-surat kendaraan termasuk SIM,” terangnya.
Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong atau knalpot bising. Selain menganggu kenyamanan orang lain, penggunaan knalpot brong ini bisa ditindak sesuai dengan UU LLAJ pasal 28 ayat 1 yakni setiap pengendara motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan lalulintas yang berlaku. Perlu kami ingatkan bahwa perubahan kelengkapan kendaraan bermotor justru dapat membahayakan pengendara itu sendiri, karena kendaraan yang sudah sesuai dengan standar pabrik,” pungkasnya. (wlk)