Beranda Nasional Diterjang Banjir, 6 Ha Sawah Gagal Panen

Diterjang Banjir, 6 Ha Sawah Gagal Panen

207
Bupati Kopli Ansori dan Kepala BPBD, Fahrurrozi, turun melakukan pengecekan dampak banjir yang terjadi di Desa Kota Baru

LEBONG – Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Lebong pada Sabtu (20/3) yang lalu membawa duka bagi masyarakat di Desa Kota Baru Kecamatan Uram Jaya. Bagaimana tidak, tidak kurang dari 6 hektar lahan sawah dengan tanaman padi yang tinggal menunggu masa panen rusak diterjang banjir dan dipastikan gagal panen. Tidak hanya merusak tanaman padi saja, namun kolam ikan serta kebun milik warga juga terdampak banjir.
Kades Kota Baru, Abdullah, mengungkapkan banjir ini berasal dari luapan air Sungai Tibok setelah hujan yang terjadi pada Sabtu sore yang lalu. Luapan air yang cukup deras ini tidak lagi mampu ditampung pada saluran irigasi yang ada kawasan sawah milik warga. Sehingga, mengakibatkan luapan air inipun masuk ke sawah dan merusak tanam padi milik warga yang hanya tinggal menunggu masa panen.
“Kalau total tanaman padi sawah yang terdampak dan gagal panen karena banjir ini, luasnya lebih kurang mencapai 6 hektar,” ungkap Kades.
Diakuinya, luapan Air Sungai Tibok hingga menyebabkan banjir ini baru pertama kali terjadi diwilayah tersebut. Selain itu, irigasi uram kanan tertimbun material lebih kurang 50 meter sehingga menyebabkan aliran air berpindah dari jalur biasanya dan masuk ke lahan sawah dan milik masyarakat.
“Disamping sawah, ada kolam ikan masyarakat yang juga terdampak karena banjir ini. Jumlahnya lebih kurang antara 300 Kg-500 Kg, kemudian ada kebun cabe warga dengan luas lebih kurang setengah hektar juga terdampak,” terangnya.
Pihaknya berharap kepada Pemkab Lebong agar dapat segera mencarikan jalan keluar atas musibah banjir yang dialami oleh warganya ini. Apalagi, mayoritas warga di Desa Kota Baru ini mengandalkan lahan sawah untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
“Kami berharap ada solusi yang diberikan Pemkab Lebong untuk mengatasi musibah yang dialami warga kami ini. Agar kedepan, hal-hal seperti tidak lagi merugikan masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Lebong, Kopli Ansori, kemarin (21/3) langsung turun ke lapangan untuk memantau dampak bencana banjir yang dialami oleh warga Kota Baru. Ia pun memastikan jika hal ini bakal segera ditindak lanjuti bersama OPD terkait.
“Untuk langkah awal, mungkin akan dilakukan pembersihan aliran sungai agar air sungai tidak lagi masuk ke lahan sawah masyarakat. Dan saya juga meminta kepada OPD terkait untuk mencari solusi jangka panjang agar kejadian ini tidak lagi terjadi. Terhadap kerugian yang dialami oleh warga, Pemkab Lebong akan berupaya untuk mengganti kerugian tersebut sesuai dengan data yang disampaikan nanti,” ujar Bupati.
Ditempat yang sama, Kepala BPBD Lebong, Fahrurrozi, S.Sos, M.Si, mengaku sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemdes setempat terkait dengan kerugian yang dialami oleh masyarakat atas musibah banjir tersebut.
“Kita akan data secara tertulis, setelah didapati hasil validnya baru nanti akan kita sampaikan ke pimpinan,” singkatnya. (cw1)