Beranda Bengkulu Utara DPRD Minta Bupati Perhatian Jalan di Arga Makmur

DPRD Minta Bupati Perhatian Jalan di Arga Makmur

386
Hearing LKPD BUpati BU

BENGKULU UTARA – Evaluasi yang dituangkan dalam hearing Komisi II DPRD Bengkulu Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bengkulu Utara. Ketua Komisi II DPRD BU Hasdiansyah meminta Bupati BU Ir. Mi’an selaku eksekutif agar jalan dalam kota Arga Makmur menjadi perhatian. Pasalnya, jalan jalanan yang rusak tersebut tidak bisa lagi menggunakan sistem tambal sulam, ditambah lagi buruknya drainase yang secara jelas berdampak pada jalan yang menggunakan aspal tersebut.
“Persoalan banyaknya jalan dalam kota Arga Makmur rusak serta tidak layak lagi untuk melakukan patching (tambal sulam), akibat buruknya sistem drainase yang ada dan harus menjadi perhatian pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bengkulu Utara. Masalahnya, dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ini terlihat, faktanya masih ada beberapa ruas jalan, yang berada di tengah pemukiman masyarakat rusak dan berlubang,” ujarnya.
Dian juga menambahkan, beberapa jalan yang masih mengalami kerusakan seperti link wilayah jalan Karang Indah telah banyak menimbulkan korban. Dalam hal ini, apakah pihak dinas terkait harus menunggu adanya korban meninggal dunia (MD). Kemudian, jalan link Pasar Purwodadi itu tidak layak lagi menggunakan sistem tambal sulam. Karena, jika masih menggunakan sistem tambal, tentunya umurnya akan sangat singkat, terlebih drainase yang tidak berfungsi.
“Buruknya infrastruktur drainase dalam kota itu jelas berdampak sangat fatal bagi jalan, untuk itu kami tegaskan pihak Dinas PUPR yang memiliki Satgas Drainase di Bidang Cipta Karya, alangkah baiknya kalau satgasnya diberdayakan. Jika masalah anggaran, kenapa tidak dikucurkan ini juga harus menjadi perhatian,” bebernya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Heru Susanto, mengakui bahwa jalan dalam kota sudah tidak layak menggunakan sistem tambal sulam. Namun, hal tersebut pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa mengingat rendahnya kemampuan fiskal APBD Bengkulu Utara. Sejauh ini diakuinya, pihaknya telah berupaya melakukan lobi dana pusat agar jalan dalam Kota di Hotmix kembali.
“Terbatasnya anggaran, terutama banyaknya anggaran yang di refocusing. kami hanya bisa melaksanakan sebatas tambal sulam saja dan mudah- mudahan di tahun berikutnya, bisa dilaksanakan pekerjaan hotmix jalan dalam kota ARga Makmur,” ujar Heru.
Heru pun menambahkan, terkait satgas drainase. Pihaknya, tidak memiliki anggaran. Sejauh ini, anggaran yang ada hanya sebatas pembayaran honor satgas. Adapun penyebab drainase di lingkungan pasar Purwodadi akibat dari tertimbunnya saluran tersebut, oleh material dari depan Toko Sejahtera menuju ke pasar Purwodadi.
“Kalau hanya menggunakan tenaga satgas, tidak akan memungkinkan. Kami akan berusaha meminjam alat Backloader excavator kecil, untuk menggali timbunan material, yang dinilai sangat padat dalam irigasi tersebut. Namun sebelumnya, kami akan berupaya pihak pengusaha toko yang melakukan penimbunan drainase itu untuk memperbaikinya,” demikian Heru. (aer)