Beranda Nasional Gas Melon Langka, Disperindagkop Bakal Lakukan Pengawasan

Gas Melon Langka, Disperindagkop Bakal Lakukan Pengawasan

204
Kelangkaan gas melon mulai terjadi di Lebong.

LEBONG – Belakangan ini ketersediaan gas elpiji 3 Kg (gas melon, red) mulai mengalami kelangkaan dibeberapa kecamatan dalam Kabupaten Lebong. Kelangkaan ini memicu terjadinya lonjakan harga jual hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.
Seperti yang disampaikan Dio (46) warga Kecamatan Topos mengaku, jika gas elpiji 3 kg ini sulit untuk didapat. Bahkan, di beberapa warung harga jual gas melon ini sudah mencapai Rp 25 ribu dari harga biasa sebesar Rp 22 ribu.
“Enak kalau lagi tidak musim hujan kita bisa mencari alternatif lain seperti mencari kayu bakar sebagai pengganti gas. Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama sehingga tidak menyulitkan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdaganagn Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Lebong, Aris Munandar, SE, MM melalui Kabid Perdagangan Azhar, SH mengaku dari hasil koordinasi pihaknya dengan penyedia gas melon pada September lalu masih dipasok sebanyak 34.720 gas elpiji ke 45 pangkalan di Lebong.
“Stok yang didistribusikan oleh penyedia ini masih stok lama, seharusnya belum terjadi kelangkaan. Tapi mengenai masalah ini kita akan segera melakukan pengawasan baik itu ke pengecer maupun ke pangkalan,” katanya.
Ditambahkannya, HET gas elpiji 3 kg ini sesuai dengan keputusan Gubernur Bengkulu Nomor.R.277.IV Tahun 2015 tentang penetapan harga eceran tertinggi liquifiet petroleum gas tabung 3 kilogram di Provinsi Bengkulu senilai Rp 17.800 rupiah. Namun, harga jual gas elpiji 3 Kg saat ini berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu.
“Kita akan coba telusuri ke lapangan, jangan sampai masalah ini semakin mempersulit masyarakat ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” singkatnya. (wlk)