Beranda Hukum Gelar Operasi Yustisi, Ditemukan Cafe Tak Berizin

Gelar Operasi Yustisi, Ditemukan Cafe Tak Berizin

1475
Tampak pemandu lagu di salah satu tempat hiburan yang terjaring operasi tim yustisi.

LEBONG – Ada yang menarik dari operasi kepatuhan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang digelar tim yustisi Kabupaten Lebong pada Sabtu (5/6) malam yang lalu. Bagaimana tidak, selain berhasil menjaring ratusan pelanggaran prokes Covid-19 yang di dominasi dari kalangan anak muda, tim yustisi juga menemukan adanya tempat hiburan (cafe, red) yang tidak mengantongi izin.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol-PP) Lebong, Zainal Husni Toha, SH melalui Kabid Penegakan Perda, Ummi Haidar Rambe, ST, M.Si, mengungkapkan dari penelusuran yang dilakukan pihaknya di beberapa titik keramaian, didapati ratusan pelanggaran prokes Covid-19. Total pelanggaran prokes Covid-19 yang berhasil dijaring tim yustisi ini mencapai sebanyak 130 orang warga dan mayoritas yang terjaring tak lain adalah dari kalangan anak muda.
“Mayoritas yang terjaring ini anak-anak muda yang sedang duduk-duduk di beberapa titik keramaian. Bahkan, dari beberapa lokasi tempat mereka nongkrong ini, kami juga menemukan dilokasi jika mereka ini tengah mengkonsumsi tuak,” kata Ummi.
Diakuinya, para pelanggar yang terjaring operasi ini masih diberikan imbauan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Bahkan, jika nanti para pelanggar ini kedapatan melakukan hal serupa, pihaknya pun tidak akan segan-segan menindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk tahap ini masih kita berikan imbauan dan peringatan, dan jika kembali melanggar akan kita sanksi sesuai aturan berlaku,” tegasnya.
Ditambahkan mantan Kabid Perhubungan Dinas PUPR-Hub Lebong ini, pada operasi ini pihaknya juga menyasar beberapa tempat hiburan yang ada di Kabupaten Lebong. Pihaknya mendapati salah satu tempat hiburan karaoke yang berada di Kecamatan Bingin Kuning ternyata tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah serta menjual minuman keras jenis tuak.
“Begitu sampai dilokasi ini, kami mendapati pengunjung yang sedang minum tuak dan setelah kami susuri didapati lebih kurang 60 liter tuak dan langsung kami musnahkan dilokasi. Dan kami juga meminta pemilik lokasi tersebut untuk menutup usahanya sebelum adanya izin resmi dari pemerintah,” pungkasnya. (dap)