Beranda Nasional Hitung Kerugian Negara, Mantan Pimpinan DPRD Dipanggil Jaksa

Hitung Kerugian Negara, Mantan Pimpinan DPRD Dipanggil Jaksa

288
Ronald Thomas Mendrofa

//Dan Sekretariat DPRD TA 2016

LEBONG – Penyidikan kasus dugaan korupsi belum dikembalikannya Tuntutan Ganti Rugi (TGR) atas temuan pemeriksaan BPK RI tahun anggaran 2016 tampaknya tidak lama lagi bakal segera memasuki babak baru. Bahkan, kemarin (27/4) Kejari Lebong memanggil mantan pimpinan DPRD Lebong serta pihak Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016 untuk dilakukan pemeriksaan terkait dengan penghitungan kerugian negara yang dilakukan auditor BPKP Bengkulu.
Kepala Kejari (Kajari) Lebong, Arief Indra Kusuma Adhi, SH, M.Hum melalui Kasi Pidsus, Ronald Thomas Mendrofa, SH mengtakan bahwa saat ini tim auditor dari BPKP Bengkulu sudah berada di Lebong terhitung mulai dari tanggal 21 Mei sampai dengan 31 Mei 2021. Yang mana, sesuai dengan surat tugas yang diterbitkan mereka (tim auditor,red) akan melakukan audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) termasuk melakukan klarifikasi dehngan para saksi-saksi yang sebelumnya sudah dimintai keterangan.
“Iya, sekarang tim auditor sudah turun untuk melakukan audit PKKN, terkait perkara kasus korupsi DPRD Lebong tahun 2016. Dan hari ini (kemarin,red) kita sudah memanggil 7 orang saksi untuk dimintai klarifikasi oleh pihak tim auditor BPKP,” ungkap Ronald kekpada Radar Lebong.
Lebih jauh, Ronal menunturkan, adapun ke-7 orang saksi yang dipanggil untuk dimintai kelarifikasi itu diantaranya, Mantan Ketua DPRD TA 2016, Teguh Raharjo Eko Purwoto, Wakil Ketua I TA 2016, Mahdi, S.Sos, Wakil Ketua II TA 2016, Asman Mai Dolan, Sekretaris Dewan TA 2016, Supriono, Bendahara Eryantoni TA 2016, Kabag Keungan TA 2016, Jhon Ansori, dan Kabag Umum TA 2016 Johan Saaf. Tujuan klarifikasi itu dilakukan mengenai hubungan data-data dan keterangan yang pernah mereka berikan kepada penyidik.(bersambung)

Baca edisi selengkapnya SKH RL 28 April 2021