Beranda Bito Sadei Jalur Alternatif Trans Pelabai Masih Di Bekukan

Jalur Alternatif Trans Pelabai Masih Di Bekukan

189
Kades bersama perangkat desa menutup akses jalan alternatif.

TUBEI – Keberadaan posko penyekatan pintu perbatasan antara Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong yang memiliki dua jalur alternatif membuat Pemkab Lebong mengambil langkah pencegahan kecolongan terhadap warga yang datang dari luar. Bahkan, Pemkab Lebong telah menutup lajur alternatif yang tidak terpantau oleh pos penjagaan. Hal tersebut dibenarkan Kades Pelabai, Palwan.
“Jalan alternatif itu adalah jalan Trans Pelabai yang jalan masuknya tepat setelah jembatan Air Santan, adapun yang jembatan yang diblok itu berada dalam lajur Trans Pelabai yang berjarak sekitar 1,5 km dari jalan masuk Trans Pelabai. Itu kita nilai efektif untuk menutup total akses pendatang yang ingin melewati jalan alternatif tersebut, dan harus memutar balik ke arah Posko Tik Tebing,” jelasnya.
Dilanjutkan Kades, bahwa pemblockingan jembatan tersebut dengan cara melepaskan alas jembatan yang terbuat dari bahan material kayu. Namun itu untuk sementara karena untuk mengantisipasi kecolongan di pos penjagaan.
“Dalam artian, bisa kita katakan jalan trans Pelabai ini memang di tutup total. Namun demikian setelah berakhirnya posko penjagaan di desa Tik Tebing, maka barulah kita akan membuka dan memasang kembali alas jembatan dan masyarakat kembali dapat melewati jalur tersebut,” bebernya.
Sementara itu, dirinya meminta agar pengguna jalan Trans Pelabai khususnya para petani yang sering melewati jalan tersebut untuk tidak memaksakan diri melewati jalan yang tertutup sementara itu, agar tidak menimbulkan upaya perbaikan paksa jembatan yang di tutup tersebut.
“Kita harap maklum dengan keadaan pandemi ini, dan itu kan sebagai salah satu ikhtiar kita untuk membantu Pemkab Lebong dalam memberantas penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Lebong,” demikian Kades. (ae3)