Beranda Kesehatan Jangan Hanya Takut Covid-19, DBD Lebih Berbahaya, Nih Buktinya

Jangan Hanya Takut Covid-19, DBD Lebih Berbahaya, Nih Buktinya

325
Jangan Hanya Takut Covid-19, DBD Lebih Berbahaya, Nih Buktinya
Jangan Hanya Takut Covid-19, DBD Lebih Berbahaya, Nih Buktinya

RadarLebong.com, LEBONG – Masyarakat Kabupaten Lebong sepertinya, jangan hanya takut akan bahaya covid-19 varian baru jenis Omicron saja. Namun, kewaspadaan akan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) juga harus ditingkatkan.
Buktinya, pada awal tahun ini saja, sudah 5 kasus DBD serang warga Lebong. Ke-5 kasus DBD ini 3 kasus di Kecamatan Lebong Sakti dan 2 kasus di Kecamatan Lebong Selatan.

Kendati, belum ada kasus meninggal akibat DBD, namun warga diharapkan kembali menggerakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara menyeluruh di lingkungan wilayah masing-masing.

Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM melalui Kasi P2M, Elva Susanti Nasution, SKM mengatakan faktor utama yang menjadi penyebab kasus DBD ini lantaran musim penghujan, sehingga genangan air yang terjadi disekitaran tempat tinggal masyarakat menjadi sarang nyamuk.

“Faktor utama penyebab DBD ini lantaran musim penghujan. Alhamdulillah, ke-5 kasus DBD sudah kita tanggani dan dilakukan fogging (pengasapan,red) dan tidak ada ditemukan kasus warga yang meninggal dunia akibat gigiatan nyamuk DBD ini,” katanya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah kasus DBD akan kembali bertambah, namun untuk mengantisipasi hal tersebut masyarakat harus dengan sendirinya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Salah satunya dengan tidak membiarkan genangan air hujan yang terjadi disekitaran rumah. Selain masyarakat, tentunya peran pemerintah desa dan kelurahan dengan didamping Puskesmas jug harus melaksanakan kegiatiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal diwilayah masing-masing.

“Untuk melakukan upaya pencegahan kasus demam berdarah ini, harus dimulai dari peran masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Termasuk juga harus ada peran pemdes dan kelurahan untuk senantiasa melksanakan kegiatan PSN, ” bebernya.

Ditambahkannya, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) juga sangat penting dilakukan, untuk menghentikan perkembangan nyamuk aides aigypti agar tidak menyerang warga. Karena jika hanya mengadalkan fogging tidak akan memutus mata rantai jentik nyamuk. Untuk itulah, melaksanakan kebersihan lingkungan adalah upaya efektif untuk memutuskan mata rantai nyamuk aegypty.

“Upaya ini harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing untuk dapat meningkatkan kesadaran dalma menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila itu sudah dilakukan, mudah-mudahan dapat memutus siklus perkembangan nyamuk aegypty, ” tandasnya. (wlk)