Beranda Nasional Jumlah Siswa Minim, Belajar Daring di SD 80 Belum Diterapkan

Jumlah Siswa Minim, Belajar Daring di SD 80 Belum Diterapkan

209
Meski dalam bulan suci ramadhan, namun siswa SDN 80 Limaupit masih semangat untuk belajar.

LEBONG SAKTI – Metode pembelajaran daring yang di berlakukan pemerintah beberapa waktu yang lalu, ternyata sama sekali tidak di terapkan oleh peserta didik yang bersekolah di Sekolah Daser Negeri 80 Limau Pit. Pasalnya, dengan jumlah murid kurang lebih 55 orang tersebut, hampir 90 persen tidak memiliki peralatan pendukung pembelajaran daring, seperti Smartphone atau Android.

“Itu kita kelabakan , saat pemerintah berlakukan pembelajaran Daring, bingung mau diapakan peserta didik kita, sedangkan alat pendukung mereka tidak punya, terpaksa kita jalankan pelajaran seperti biasanya namun dengan pembatasan jam belajar hanya tidak lebih dari satu jam saja setiap harinya,” ungkap Kepala Sekolah SDN 80 Limau Pit, Sasmiyatin, S.Pd saat dibincangi Radar Lebong.

Dilanjukan Kepsek, bahwa metode yang pihaknya gunakan untuk mensiasati pembelajaran daring tersebut adalah dengan cara peserta didik hanya datang untuk mengambil serta menyerahkan tugas yang diberikan. Terkadang juga, diberikan pembelajaran tambahan namun tidak lebih dari satu jam saja, setelah itu pulang kerumah.

“Kita juga sedikit takut, jangan-jangan di salahkan pemerintah untuk tetap belajar tatap muka, maka dari itu kita hanya suruh datang untuk mengambil tugas dan mengumpulkan tugas saja, selain itu tidak kita jalankan,” ungkapnya

Ditanyai persoalan dampak pembelajaran yang di terapkan pihaknya selama pembelajaran daring tersebut. Dirinya mengakui bahwa metode tersebut sama sekali tidak efektif, karena pembelajaran menjadi satu arah saja, sedangkan anak usia Sekolah Dasar sangat perlu untuk di bimbing dan dia arahkan.

“Apalagi banyak murid yang tidak mengenyam pendidikan taman Kanak-kanak (TK) sehingga sangat tidak efisien untuk mengikuti pembelajaran Daring,” demikian Kepsek (pry)