Beranda Bengkulu Utara Kadispora Sayangkan Reward Paskibraka Tidak Dianggarkan

Kadispora Sayangkan Reward Paskibraka Tidak Dianggarkan

127
Meskipun berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT RI ke-76 belum lama ini, sayangnya kerja keras Paskibraka BU ini belum menjadi perhatian Pemkab BU

BENGKULU UTARA – Terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi pelajar SMA sederajat. Pasalnya, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ikut masuk barisan mengibarkan bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus. Karena mereka yang terpilih sebagai Paskibraka haruslah sosok yang cerdas, kuat mental, dan memiliki disiplin tinggi. Untuk itu, di sejumlah daerah setiap tahunnya menyiapkan sejumlah reward dan sederet penghargaan atas dedikasi anggota Paskibraka.
Namun tidak dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU), agenda tahunan tersebut kembali tidak adanya reward bagi anggota Paskibraka yang sudah berlatih keras dan digembleng selama menjalani karantina. Terkait tidak adanya anggaran reward tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten BU, Hendri Kisinjer, SE, MM, menyayangkan hal tersebut. Dimana dalam kurun 2 tahun terakhir ini tidak ada lagi adanya pemberian reward kepada Paskibaraka, hal tersebut lantaran adanya refocussing anggaran yang dilakukan oleh pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten BU dalam hal ini Bappedalitbang BU.
“Kalaupun alasannya hanya karena Pemkab BU kembali mengalami defisit anggaran, lantaran adanya refocussing anggaran, setidaknya anggaran untuk reward Paskibraka tidak dicoret, karena itu merupakan salah satu bentuk nasionalisme kita selaku para pejabat dalam menyambut HUT RI yang memang menjadi agenda tahunan skala prioritas,” kata Hendri
Ditambahkannya, untuk tahun ini sendiri Paskibaraka di Kabupaten BU cukup membanggakan, dimana 1 orang paskibraka bisa masuk di tim Paskibraka tingkat nasional, 5 orang paskibraka ditingkat Provinsi dan 44 di tingkat Kabupaten. Namun semuanya harus gigit jari lantaran tidak adanya reward sebagai bentuk penghargaan.
“Ini sangat disayangkan, seharusnya anggaran untuk reward ini tidak dihapuskan. Memang saat ini kita mengalami wabah pandemi covid-19 dan semua anggaran di refocussing. Akan tetapi seharusnya anggaran reward ini tidak dihilangkan,” tukasnya. (aer)