Beranda Hukum Kajari Geram, Terperiksa Nyelonong Masuk Lewat Belakang

Kajari Geram, Terperiksa Nyelonong Masuk Lewat Belakang

561
Kajari Lebong Fadil Regan, SH, MH bersama para jurnalis belum lama ini

//Klarifikasi Terkait Larangan Peliputan HBA

LEBONG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Fadil Regan, SH, MH mengaku geram terkait dengan aksi nyelonong masuk lewat jalan belakang komplek kantor Kejari Lebong oleh terperiksa pembangunan rest area di Rimbo Pengadang yang terungkap saat peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60. Dalam pertemuan bersama belasan wartawan di Lebong yang digelar kemarin, Kajari juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman penolakan peliputan pada peringatan HBA ke-60 pada 22 Juli yang lalu.
“Saya tidak pernah mengundang yang bersangkutan (Gusti, red) untuk hadir dalam acara peringatan HBA, saya tidak tahu kalau yang bersangkutan ini datang. Kedatangan yang bersangkutan ini atas inisiatif nya sendiri,” ujar Kajari kepada belasan wartawan diruang kerjanya ini kemarin (23/7).
Dirinya pun mengaku geram, saat mendapati jika PPTK pembangunan rest area di Rimbo Pengadang senilai Rp 1,2 miliar tahun anggaran 2018 yang sebelumnya pernah diperiksa jaksa ini memarkirkan mobilnya dihalaman belakangan Kantor Kejari Lebong. Padahal, kawasan tersebut disebutkannya merupakan area khusus bagi warga kejaksaan.
“Begitu saya tahu, saya langsung menemui yang bersangkutan dan menanyakan mengapa dia datang kesini (Kejari, red). Dan dia (Gusti, red) mengaku jika kedatangannya itu atas inisiatif nya sendiri,” tegasnya.
Pasca kejadian ini, dirinya mengaku langsung menggelar rapat bersama Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebong dan menanyakan progres penyelidikan atas dugaan penyelewenangan pada pembangunan rest area di Rimbo Pengadang yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2018.
“Saya juga tanyakan ke Seksi Pidsus kenapa PPTK itu datang, mereka (Pidsus) bilang kalau mereka saja tidak tahu dan setelah itu saya temui yang bersangkutan lagi. Jujur saja saya sangat geram dan nyaris khilaf karena hampir saya tempeleng,” katanya.
Kajari juga tidak menapik jika pembangunan rest area senilai Rp 1,2 miliar tahun anggaran 2018 oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Bengkulu saat ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya. Meski demikian, dirinya juga tidak membantah jika saat ini dinas tersebut tengah melakukan perbaikan terhadap beberapa kerusakan pada hasil pembangunan itu.
“Memang ada kerusakan dan sedang mereka perbaiki. Tapi kalau dikatakan itu arahan dari Pidsus, saya rasa ini tidak. Pada hakikatnya, penanganan kasus korupsi ini bagaimana kita lebih fokus pada pencegahan dan pengembalian kerugian negara. Khusus untuk pembangunan rest area, hingga saat ini masih tetap kita proses,” tambahnya.

//
Klarifikasi Terkait Larangan Peliputan HBA

DALAM kesempatan yang sama, Kajari Fadil Regan, SH, MH juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman terkait dengan larangan peliputan peringatan HBA ke-60 pada 22 Juli yang lalu. Menurutnya, hal ini hanyalah miskomunikasi dan kesalahan penyampaian oleh petugas keamanan di Kejari Lebong kepada para wartawan.
“Saya rasa masalah ini hanya terjadi miskomunikasi saja karena ada salah penyampaian dari security. Namun saya meminta maaf kepada seluruh rekan wartawan dan tentunya hal ini menjadi bahan evaluasi kami untuk kedepannya,” ujarnya didampingi Kasi Intel Imam Hidayat SH, MH dan Kasi Pidsus Ronald Thomas Mendrofa SH.
Dirinya mengaku, setelah rangkaian peringatan HBA ini dirinya bermaksud untuk menemui wartawan. Sayangnya, setelah kegiatan peringatan HBA ini selesai para wartawan sudah tidak ada lagi di kantor Kejari Lebong.
“Saya berniat untuk bertemu dengan wartawan setelah acaranya selesai, tapi karena acaranya selesai sudah sore saat itu wartawan sudah tidak ada lagi di kantor. Peringatan HBA tahun ini hanya kita laksanakan secara sederhana melalui vicon saja,” terangnya.
Menariknya, dalam kesempatan itu Kajari juga mengakui jika jika kehadiran pejabat Pemkab Lebong dalam ramah tamah peringatan HBA ini bukan atas undangan resmi pihaknya. Karena sejatinya peringatan HBA ke-60 ditengah pandemi Covid-19 ini hanya diperingati oleh internal Kejari Lebong.
“Pejabat yang datang tersebut tidak kami undang karena memang acara yang kami laksanakan ini sifatnya internal. Tapi kalaupun mereka datang tidak mungkin harus kami usir,” singkatnya. (via)