Beranda Hukum Kajari Sebut Pemeriksaan Mantan Pimpinan Dewan Terkait Aset

Kajari Sebut Pemeriksaan Mantan Pimpinan Dewan Terkait Aset

323
Kajari Lebong Fadil Regan, SH, MH bersama para jurnalis belum lama ini

LEBONG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Fadil Regan, SH, MH, belum lama ini menyebut pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap mantan pimpinan DPRD Lebong dan mantan Sekretaris DPRD Lebong belum lama ini terkait dengan dugaan penguasaan aset negara. Namun, dirinya menegaskan jika pemeriksaan tiga orang mantan pimpinan DPRD Lebong dan Sekretaris DPRD Lebong ini masih dalam tahap permintaan keterangan klarifikasi.
“Memang ada pemeriksaan terhadap 3 orang mantan pimpinan DPRD Lebong dan Sekretaris DPRD Lebong. Namun, pemeriksaan ini masih dalam tahap permintaan klarifikasi terkait dengan aset negara,” ujarnya.
Meski demikian, dirinya mengaku belum dapat membeberkan lebih jauh terkait dengan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan pihaknya tersebut. Apalagi, sejauh ini pemeriksaan ini masih dalam proses permintaan klarifikasi.
“Kegiatan ini memang belum dapat kita publikasikan karena masih dalam tahap permintaan klarifikasi dari berbagai pihak,” lanjutnya.
Dirinya pun menambahkan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melaksanakan fungsi intelijen salah satunya adalah fungsi pengawasan termasuk halnya pengawasan terhadap aset negara yang diduga dikuasai oleh oknum tertentu sehingga dapat dibenahi sesuai dengan peruntukkannya.
“Meski saat ini masih dalam proses permintaan keterangan klarifikasi, namun tidak menutup kemungkinan hal ini nanti bakal naik ke tahap penyelidikan tergantung dari hasil permintaan klarifikasi yang saat ini tengah kita lakukan. Sesuai dengan arahan pimpinan, prinsipnya kami melakukan fungsi pencegahan terhadap potensi-potensi yang dapat menyebabkan kerugian negara,” tambahnya.
Disisi lain, dirinya mengaku jika saat ini pihaknya telah mengantongi beberapa jenis aset milik pemerintah yang diduga dalam penguasaan oknum tertentu. Hanya saja, dirinya masih enggan menyebut apa saja aset yang diduga dalam penguasaan oknum ini.
“Kalau jenis-jenis sudah ada beberapa yang kita identifikasi, tapi belum dapat saya sampaikan karena masih dalam proses permintaan keterangan klarifikasi,” pungkasnya. (via)