Beranda Nasional Kelanjutan Posko Penyekatan Tunggu Instruksi Ketua Satgas

Kelanjutan Posko Penyekatan Tunggu Instruksi Ketua Satgas

247
Kapolres

LEBONG – 2 posko penyekatan yang didirikan Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Lebong yang berada di dua pintu perbatasan yaitu kecamatan Lebong Atas berbatasan dengan Bengkulu Utara dan Rimbo Pengadang berbatasan Rejang Lebong. Jum’at (19/8) hari ini merupakan hari merupakan terakhir didirikan. Meski demikian hingga saat ini kedua posko penyekatan belum diketahui pasti apakah akan dilanjutkan atau dibubarkan sesuai dengan kesepakatan rapat Satgas sebelumnya yang disepakati hanya didirikan selama satu bulan.
Wakil Ketua I Satgas Covid-19 Kabupaten Lebong, AKBP Icshan Nur, SIK mengaku bahwa terkait perpanjangan 2 posko penyekatan masih menunggu perintah Bupati Lebong, Kopli Ansori, apakah akan diperpanjang atau sebaliknya. Untuk itu, dirinya masih menunggu perintah dari ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Lebong.
“Diperpanjang atau tidak kita masih menunggu keputusan pak Bupati Lebong, yang jelas kita tidak akan menarik pasukan sebelum ada perintah posko dibubarkan,” singkat Kapolres.
Dirinya menambahkan, jika nantinya posko penyekatan akan diperpanjang, maka Polres Lebong akan membuat sprint baru tergantung nantinya apakah masih menetapkan personil lama atau menggantikan personil yang baru.
“Yang jelas, Polres Lebong selalu siap untuk menugaskan personil untuk melaksanakan piket posko,” singkatnya.
Terpisah, Ketua Koordinator posko desa Tik Tebing, Masayu Uminil Hana, SH, mengaku jika hingga saat ini posko Tik Tebing masih tetap aktif seperti biasanya melakukan swab antigen terhadap warga yang ber-KTP Lebong. Sementara untuk warga ber-KTP luar Lebong diwajibkan untuk menunjukan bukti swab dari luar yang masih berlaku serta sertifikat sudah di vaksin Covid-19.
“Sampai hari ini (kemarin,red) posko penyekatan di desa Tik Tebing maupun Air Dingin masih tetap aktif seperti hari biasanya. Namun apakah akan dilanjutkan atau dibubarkan kita masih menunggu petunjuk ketua Satgas Covid-19,” pungkasnya. (wlk)