Beranda Nasional Kontrak Belum Diperpanjang, Pengelola Keberatan Perbaiki Boardwalk

Kontrak Belum Diperpanjang, Pengelola Keberatan Perbaiki Boardwalk

227
Beginilah kondisi boardwalk pada objek wisata Bioa Putiak yang mengalami kerusakan cukup parah.

LEBONG – Terkait dengan kerusakan pada boardwalk di kawasan Objek Wisata Bioa Putiak yang dibangun Disparpora Lebong tahun anggaran 2019 lalu dengan nilai mencapai Rp 300 juta lebih yang saat ini sudah dalam kondisi rusak berat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bioa Putiak keberatan jika perbaikan ini diserahkan kepada mereka. Apalagi, hingga saat ini kontrak pengelolaan objek wisata ini yang telah diajukan sejak Desember 2020 lalu, belum juga diperpanjang.
“Kami sangat menyesalkan tidak adanya perpanjangan kontrak. Mengingat, beberapa bulan kedepan industri wisata harus memenuhi kewajibannya setelah 1 tahun mendapatkan relaksasi dari perbankan, kalau kondisinya seperti ini beban kami akan semakin berat ditambah lagi tanggung jawab perbaikan terhadap sarana yang rusak ini dibebankan seluruhnya kepada kami,” ujar anggota Pokdarwis Objek Wisata Bioa Putiak, Robet.
Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini membuat jumlah kunjungan masyarakat ke objek wisata andalan dalam Kabupaten Lebong menjadi menurun sejak awal tahun 2020 lalu, hal ini tentunya berimbas pada pendapatan pengelolaan objek wisata tersebut.
“Biasanya kalau libur pasti ramai, apalagi jika sarana dan prasarana dalam kondisi baik. Tapi, pandemi Covid-19 dan juga rusaknya sarana dan prasana pendukung ini, membuat jumlah kunjungan semakin menurun. Karena tidak adanya perbaikan pada boardwalk itu, kami terpaksa menutup jalan itu untuk mengantisipasi kecelakaan yang bisa menimpa pengunjung,” terangnya.
Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap agar Pemkab Lebong bisa melakukan perbaikan terhadap kerusakan boardwalk ini apalagi sarana tersebut dibangun dengan dana yang tidak sedikit.
“Kalau dibiarkan begitu saja, mubazir saja dana ratusan juga membangun fasilitas tersebut tapi dibiarkan rusak begitu saja,” singkatnya. (rak)