Beranda Bito Sadei KUA Amen Nihil Layani Peristiwa Nikah Bawah Umur

KUA Amen Nihil Layani Peristiwa Nikah Bawah Umur

140
Sunendi

AMEN – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Amen mencatat sepanjang tahun 2021 ini nihil peristiwa nikah di usia dini atau lebih dikenal dengan sebutan nikah dibawah umur. Sedangkan peristiwa nikah yang dilayani diatas usia 19 tahun sebanyak 28 pasang, jumlah tersebut tercatat dari bulan Januari sampai dengan Bulan Juni 2021.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun ini KUA Amen nihil peristiwa nikah dibawah umur. Sadangkan untuk jumlah peristiwa nikah yang sudah dilayani khususnya peritiwa nikah diatas usia 19 tahun keatas sebanyak 28 pasang,” kata Kepala KUA Amen, Sunendi, S.Pdi, ketika dikonfirmasi Radar Lebong.

Menurutnya, untuk jumlah peristiwa nikah yang sudah tercatat di kantor KUA Amen masih dengan jumlah yang standar, dalam artian tidak menurun ataupun meningkat bila dibangdingkan dengan blan yang sama 2020 lalu. Meski demikian, pelayanan akad nikah ditngah masa pandemi Covid-19 yang sudah dilayani tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) baik itu pelayanan akad nikah dibalai KUA maupun diluar balai.

“Peristiwa nikah ini ila dibandingkan dengan 2020 lalu jumlahnya hampir sama. Dari semua peristiwa nikah yang sudah dilayani tetap menerapkan prokes baik di balai nikah KUA maupun diluar balai,” katanya.

Di sisi lain, kata Sunendi, pihaknya mengimbau kepada seluruh orang tua anak yang berada dalam wilayah kerjanya untuk lebih memperketat pengawasan terhadap masing-masing anakanya. Terutama memperketat pengawasan terhadap anak perempun, hal tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya nikah dibawah umur yang dapat merusak masa depan anak.

Selain orang tua anak, juga diharapkan adanya peran aktif pemerintah desa dan kelurhan agar terus memberikan sosialisasi tentang batas usia nikah yang sebelumnya sudah pernah disampaikan. Sehingga angka peristiwa nikah dibawah umur di Kecamatan Amen dapat terus ditekan.

“Kami berharap, para orang tua anak bisa lebih memperketat pengawasan terhadap anakanya. Di samping itu juga peran aktif dari semua pihak baik Pemdes maupun Kelurahan sangat dibutuhkan untuk menekan angka peristiwa nikah dibawah umur,” demikain Sunendi. (bye)