Beranda Hukum Kuasa Hukum Pemohon Optimis Menangkan Praperadilan

Kuasa Hukum Pemohon Optimis Menangkan Praperadilan

718
Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK, ikut memantau jalannya sidang praperadilan di PN Tubei.

//Sidang Dijaga Ketat

LEBONG – Sidang praperadilan yang diajukan mantan Ketua DPRD Lebong, TR, atas penetapan tersangka dalam kasus korupsi di DPRD Lebong tahun anggaran 2016 kemarin (29/7) memasuki sidang keempat dengan agenda saksi termohon dan bukti surat tambahan dari para pihak. Kuasa pemohon optimis jika majelis hakim bakal memenangkan pihaknya dalam praperadilan tersebut dan membatalkan penetapan tersangka atas klien mereka yang dilakukan oleh termohon dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.
Kuasa hukum pemohon, Firnandes Maurisya, SH, MH, ditemui di PN Tubei usai mengikuti sidang keempat ini kemarin mengaku optimis jika majelis hakim bakal menerima seluruh permohonan praperadilan yang diajukan pihaknya. Salah satunya adalah membatalkan penetapan tersangka atas klien mereka TR.
“Dari keterangan saksi yang dihadirkan pihak termohon kita melihat penetapan tersangka yang dilakukan atas klien kita ini tidak sah. Bahkan, dalam keterangan yang disampaikan saksi termohon pada persidangan tadi, bahwa termohon melakukan penyelidikan kasus ini berasal dari hasil audit BPK RI tahun anggaran 2016 yang dikeluarkan tahun 2017,” ujarnya.
Menurutnya, jika merujuk pada LKPD Lebong tahun anggaran 2016 yang dikeluarkan BPK RI tahun 2017 pengembalian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) atas temuan indikasi kerugian negara di Sekretariat DPRD Lebong telah dikembalikan. Hal ini seperti yang disebutkan BPK RI pada buku ketiga LKPD Lebong tahun anggaran 2016.
“Jika temuan TGR ini telah dikembalikan pada tahun 2017 sesuai dengan apa yang disebutkan oleh BPK dalam buku ketiga LKPD Lebong tahun anggaran 2016, maka terjadi 2 kali penerimaan kas daerah. Pertama yang dikembalikan tahun 2017 kemudian yang dikembalikan oleh klien kami kepada pihak termohon. Dari fakta-fakta persidangan dan keterangan saksi yang diperdengarkan dalam sidang ini, kita optimis majelis hakim akan mengabulkan seluruh permohonan praperadilan atas pengujian sah atau tidaknya penetapan tersangka klien kita,” tegasnya.
Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kewenangan untuk memutus perkara ini kepada majelis hakim PN Tubei. Bahkan, pihaknya juga percaya majelis hakim akan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya.
“Kita percaya majelis hakim akan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya dan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan digelar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PN Tubei, Iman Budi Putra Noor, SH, MH, melalui Panitera Muda Hukum, Arif Budiman, SH, mengungkapkan agenda sidang selanjutnya adalah kesimpulan dari pihak pemohon dan termohon yang akan digelar hari ini (30/7).
“Sidang dilanjutkan besok (hari ini, red) dengan agenda kesimpulan dari para pihak pemohon dan termohon,” singkatnya.
Menariknya, sidang keempat praperadilan yang diajukan oleh mantan Ketua DPRD Lebong, TR, ke PN Tubei ini kemarin mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Tidak hanya disekitar lingkungan PN Tubei saja, bahkan hingga ke ruangan sidang pun dijaga ketat oleh polisi dan disaksikan langsung oleh Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK.
“Penjagaan ini dilakukan karena kita mendapatkan informasi pengerahan massa ke PN Tubei. Karena itu, menjadi tugas kita untuk menjaga keamanan selama proses persidangan digelar. Kalau hari ini (kemarin, red) kita baru mengerahkan 15 orang personil, tapi ini masih akan kita pantau. Jika memang pada sidang berikutnya terjadi pengerahan massa, kita akan kerahkan 2/3 kekuatan untuk mengamankan jalannya persidangan,” ujar Kapolres Lebong. (wlk)